Bunyi Aturan FIFA Larang Pakai Gas Air Mata Tangani Massa Ricuh di Stadion

Minggu, 2 Oktober 2022 09:02 Reporter : Merdeka
Bunyi Aturan FIFA Larang Pakai Gas Air Mata Tangani Massa Ricuh di Stadion Laga Arema FC-Persebaya Berakhir Rusuh, banyak korban jiwa. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Peristiwa memilukan terjadi usai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10), di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dan 180 mengalami luka-luka.

"Jumlah meninggal dunia 127 orang, dua di antaranya polisi," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Minggu (2/10).

Dalam penanganan penghalauan massa di dalam stadion menjadi sorotan. Sebab dalam aturan FIFA penggunaan gas dalam penanganan massa tidak diperbolehkan. Hal itu diatur dalam pengamanan dan keamanan stadion (FIFA Stadium Saferty and Security Regulations).

Bunyi pasal 19 b soal pengamanan di pinggir lapangan adalah: Tidak boleh ada senjata api atau "gas pengendali massa" yang boleh dibawa atau digunakan (No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used).

Dalam aturan lainnya FIFA juga menyebut agar memberikan pengamanan ekstra dengan menempatkan petugas keamanan untuk menempati barisan depan kursi di stadion jika dianggap perlu.

2 dari 2 halaman

Kronologi Terjadi Kericuhan

Ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, suasana masih tergolong kondusif. Hanya saja para pemain Persebaya Surabaya memang langsung berlari ke dalam ruang ganti sebagai langkah antisipasi terhadap sesuatu yang tidak diinginkan.

Sementara itu, para pemain Arema FC berjalan ke tengah lapangan seperti yang biasa mereka lakukan. Mereka bermaksud memberikan penghormatan kepada Aremania yang telah memberikan dukungan penuh di Stadion Kanjuruhan meski pada akhirnya Singo Edan harus kalah.

Namun, saat itu sudah ada beberapa Aremania yang masuk lapangan. Mereka tidak melakukan aksi yang anarkis tapi justru menghampiri para pemain Arema FC. Ada yang memeluk Sergio Silva, ada pula yang berbicara dengan kapten tim, Ahmad Alfarizi.

Namun, situasi kemudian mulai sulit untuk dikendalikan. Seorang Aremania masuk lapangan sambil berlari membawa bendera Persebaya Surabaya yang dicoret. Kemudian aksi itu diikuti oleh Aremania lainnya yang masuk ke dalam lapangan dan jumlahnya makin banyak.

Personel keamanan pun melakukan tindakan dengan mengamankan para pemain Arema FC untuk masuk ke ruang ganti stadion. Hal itu menjadi prioritas karena mulai ada lemparan botol kemasan air mineral yang ditujukan kepada tim Arema FC.

Para jurnalis dan fotografer yang bertugas meliput pertandingan tersebut pun diamankan dan diarahkan untuk menuju ke ruangan di dalam stadion.

Setelah itu, para petugas kemanan berupaya menghalau Aremania agar tidak makin banyak yang turun ke lapangan. Sayangnya, petugas kepolisian, TNI, dan steward yang ada kalah jumlah dari para suporter yang turun ke lapangan. Tak sanggup mengendalikan keadaan, tembakan gas air mata pun jadi opsi yang diambil.

Baca juga:
Polri Tegaskan Usut Tuntas Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya
Pemerintah Janji Tanggung Biaya Perawatan Korban Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya
Mahfud MD: Kericuhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya Bukan Bentrok Antarsuporter
Manajemen Bentuk Crisis Centre Buntut Laga Arema FC vs Persebaya Berakhir Ricuh
Memahami Aturan FIFA soal Penggunaan Gas Air Mata oleh Aparat saat Amankan Sepak Bola
Detik-Detik Mencekam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Arema vs Persebaya
Kericuhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya, Banyak Suporter Jatuh dan Terinjak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini