KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Buntut tragedi Tolikara, Gereja di Kediri dijaga 24 jam

Selasa, 21 Juli 2015 13:17 Reporter : Imam Mubarok
Polisi amankan Gereja Katedral Jateng. ©2013 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Kepala Kepolisian Resor Kediri Kota, Ajun Komisaris Besar Bambang W Baiin, siang ini mengumpulkan puluhan pendeta di Gereja Getsemani, Jalan Hasanuddin, Kota Kediri, Jawa Timur. Pengumpulan ini dilakukan untuk meredam pasca terjadinya insiden pembakaran Musala pada 17 Juli 2015 lalu di Tolikara Papua.

“Ini adalah langkah antisipasi jika terjadi aksi balas dendam, oleh karena itu semua pendeta kita kumpulkan. Dan gereja-gereja harus bisa menjadi polisi sendiri, kami juga akan melakukan penjagaan di semua gereja 1 X 24 jam. Selain itu kita himbau agar jemaat gereja tidak melakukan kegiatan di luar gereja hingga keadaan kembali aman,” ujar Bambang, Selasa (21/7).

Sementara itu, Pendeta Timotius Kabul yang juga Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) mengaku mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian yang telah memberi penjelasan dan berbagai upaya agar tidak terjadi inseden yang sama.

“Puji Syukur di Kota Kediri hubungan antara umat beragama sangat baik yakni adanya Forum Komunikasi Antar Umat Beragama dan Penganut Kepercayaan. Namun demikian kita juga akan tetap waspada salah satu langkahnya adalah menentramkan umat agar terjalin harmonisasi antar umat beragama,” pungkas Pendeta Kabul. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.