Buntut Pos Penyekatan Kedungwaringin Dijebol Pemudik, Polda Metro Tambah Personel

Senin, 10 Mei 2021 14:44 Reporter : Bachtiarudin Alam
Buntut Pos Penyekatan Kedungwaringin Dijebol Pemudik, Polda Metro Tambah Personel Pos penyekatan pemudik. ©2021 Merdeka.com/aksara bebey

Merdeka.com - Polda Metro Jaya menambah personel di sejumlah pos penyekatan arus mudik. Terutama yang berada di perbatasan. Hal ini buntut viral pos penyekatan di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi dijebol ribuan pemudik sepeda motor.

"Memang semalam sekitar pukul 11 sempat viral adanya seribu lebih pesepeda motor berhasil menerobos untuk bisa melakukan mudik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (10/5).

"Menyikapi ini PMJ bersama-sama dengan TNI dan juga pemerintahan daerah, karena yang dikedepankan di sini kan harus sama-sama dari pemerintahan daerah. Kami membantu, kita perkuat, menambah kekuatan di perbatasan," sambungnya.

Yusri menyayangkan sikap pemudik yang tidak mengindahkan imbauan petugas di lapangan. Sebab, nantinya para pemudik yang berhasil lolos di pos penyekatan Kedungwaringin akan dicek saat melintas di Karawang.

"Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi tetapi menyikapi hal tersebut kami sudah akan menambah kekuatan dan pos-pos penyekatan khususnya di perbatasan. Karena nanti dia lewat juga akan dicek lagi di Karawang," tuturnya.

"Kita akan tambah dari TNI-Polri kita sudah rapatkan kita akan tambah kekuatan. Tambah personel tambah penyekatan. Jadi tiap masuk tiap 3 Km nanti ada penyekatan atau per-5 Km ada penyekatan disekat-sekat sampai nanti kembali. Disekat, disekat, disekat sampai dengan kembali semua. Ini yang akan kita upayakan. Ini teknis kita. Cara bertindak kita di lapangan."

Sebelumnya, Kapolda Jabar, Irjen Ahmad Dofiri menyatakan penyekatan pemudik dilakukan secara berlapis di 158 titik. Penambahan pasukan pun akan dilakukan di beberapa pos untuk mengantisipasi pemudik lolos.

Hal ini merespons adanya informasi bahwa banyak titik penyekatan yang berhasil dijebol pengendara karena antrean yang panjang. Salah satunya terjadi di di Pos Penyekatan Kepuh, Jalan Lingkarluar Tanjungpura-Klari, Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat, Karawang.

"Yang pertama, saya ingatkan bahwa titik penyekatan yang ada di Polda Jabar itu ada 158 titik penyekatan dan itu berlapis-lapis. Kemarin yang terjadi di Karawang adalah pak gubernur sudah menjelaskan bahwa diloloskan itu karena memang situasinya (tidak memungkinkan)," kata dia, Senin (10/5).

"Jadi dua jalur itu sudah dipakai oleh para pengendara tadi sehingga kalau kita balikin pun tidak akan mungkin sehingga sebagian, kita loloskan dulu tetapi nanti di Subang mereka akan dibalikkan," Ia melanjutkan.

Disinggung mengenai potensi lonjakan pemudik yang akan terjadi jelang lebaran, Dofiri mengaku sudah merumuskan kebijakan yang diambil bersama Pangdam III Siliwangi.

Salah satu strateginya adalah menambah personel di titik penyekatan yang banyak menjadi sasaran jalur para pemudik. Daerah tersebut di antaranya di Karawang, Patok Besi di Subang, sampai ke Cirebon.

"Kita akan ada penambahan pasukan dan 1x24 jam kita stand by, jadi mengetahui kapan istirahat dan waktunya mereka berbuka, 1x24 jam non stop kita melakukan kegiatan itu," tegas dia. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini