Buntut Kericuhan Suporter Arema FC dan PSS Sleman, Polisi Tangkap 6 Orang

Kamis, 16 Mei 2019 06:17 Reporter : Purnomo Edi
Buntut Kericuhan Suporter Arema FC dan PSS Sleman, Polisi Tangkap 6 Orang Rusuh suporter di laga PSS vs Arema FC. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Kericuhan antarsuporter terjadi saat pertandingan perdana Liga 1 antara PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5). Kericuhan ini diwarnai dengan aksi saling lempar.

Kericuhan menyebabkan laga PSS Sleman vs Arema FC ini dihentikan sementara di menit ke 32. Pertandingan sempat dihentikan sementara sekitar 30 menit. Usai suasana kembali kondusif, pertandingan pun kembali dilanjutkan.

Aksi saling lempar antarsuporter kembali terjadi usai wasit meniup peluit panjang rampungnya pertandingan. Sejumlah benda seperti botol minuman, batu hingga pecahan keramik terlibat berterbangan di tribun penonton.

Buntut dari kericuhan ini, polisi pun mengamankan enam orang. Keenam suporter ini diduga melakukan tindak kekerasan.

"Kami mengamankan enam orang. Diduga melakukan kekerasan," ujar Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kamis (16/5) dinihari.

Dofiri menerangkan jika keenam suporter yang diamankan ternyata bukanlah suporter dari PSS Sleman maupun Arema FC.

"Yang jelas bukan dari suporter PSS maupun Arema. Silakan simpulkan sendiri," papar Dofiri.

Dofiri menambahkan kericuhan menyebabkan sejumlah suporter kedua tim mengalami luka-luka. Dofiri menyebut para korban tidak ada yang mengalami luka serius.

"Ada yang luka lecet. Tidak ada yang serius. Ada beberapa orang (yang terluka)," bebernya.

Para pemain Arema FC sempat tertahan di dalam Stadion Maguwoharjo dan tak bisa keluar kembali ke hotel. Para pemain tertahan di dalam Stadion Maguwoharjo hingga pukul 01.00 WIB.

Para pemain Arema FC baru bisa meninggalkan Stadion usai dievakuasi oleh Polda DIY menggunakan kendaraan Baracuda. Sebanyak dua kendaraan Baracuda milik Polda DIY dikeluarkan untuk mengevakuasi para pemain.

"Karena pintu stadion masih crowded, naik Baracuda supaya lebih aman. Untuk mengantisipasi kalau di jalan masih ada lempar-lemparan, karena masih banyak massa belum keluar dari kompleks stadion semua," ujar Dofiri. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrok Suporter
  2. Yogyakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini