KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bulog: Di Jatim belum ada kasus beras plastik

Selasa, 19 Mei 2015 14:44 Reporter : Darmadi Sasongko
Kepala Bulog Sub Divre Jawa Timur Witono. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) angkat bicara soal beredarnya beras plastik marak di Bekasi, yang diduga berasal dari China. Kepala Bulog Sub Divisi Regional Jawa Timur, Witono mengatakan, beras ini sangat berbahaya jika dikonsumsi karena dapat memicu kanker. Meski demikian, Bulog belum menemukan adanya kasus beras palsu di Jawa Timur.

"Saya belum tahu, intinya itu sangat berbahaya. Belum ada kasus. Kalau yang saya dengar selama ini beras dari bahan umbi-umbian yang dibuat mirip dengan beras," kata Witono di Kantor Bulog Jalan Retawu Kota Malang, Selasa (19/5).

Witono berada di Malang dalam rangka serangkaian kunjungan ke Sub Divre Malang. Pihaknya menyempatkan diri bertemu dengan para wartawan di salah satu Gudang Bulog di Gadang, Malang.

Witono menegaskan bahwa stok beras di Jawa Timur dalam posisi aman hingga tujuh bulan ke depan.‬ Beras cadangan di gudang Bulog Jawa Timur, saat ini mencapai 390 Ribu ton.

"Stok 390 Ribu ton, bisa mencukupi tujuh sampai sembilan bulan ke depan. Apalagi kami terus melakukan penyerapan dari petani hingga 800 ton per hari," katanya.

‪Panen raya sekitar Juli dan Agustus akan dimaksimalkan oleh Bulog, sehingga serapan beras bisa sesuai target.‬

"Kita akan ada opsus II di situ kita mulai all out semaksimal mungkin hingga target 750 ribu ton cadangan beras bisa terjangkau," tegasnya.‬ [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Beras Palsu Dari Plastik
  2. Malang
  3. Bulog
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.