Bukan SYL, NH-Aziz sudah miliki tim yang bekerja secara massif dan terstruktur

Selasa, 13 Februari 2018 16:09 Reporter : Kurniawan
Bukan SYL, NH-Aziz sudah miliki tim yang bekerja secara massif dan terstruktur NH-Aziz setelah penetapan nomor urut. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) angkat bicara mengenai penolakan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menjadi juru kampanye pada Pilgub Sulsel 2018.

Mantan Ketua PSSI itu menegaskan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) pun tidak membutuhkan SYL. Sebab pihaknya sudah memiliki tim yang bekerja secara massif dan terstruktur dalam upaya pemenangan.

Menurut NH, masuknya SYL dalam nominasi juru kampanye lantaran statusnya yang merupakan pengurus DPP Golkar. NH-Aziz sendiri tidak ambil pusing dengan itu karena memang tidak terlalu membutuhkannya.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) itu sepenuhnya menyerahkan kepada Golkar. Karena masih banyak daftar tokoh berpengaruh yang siap menjadi juru kampanye pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut.

"Soal SYL menolak, NH-Aziz juga tidak butuh. Kalau partai mungkin karena dia (SYL) anggota Golkar, tapi kalau NH-Aziz ya tidak butuh," ujar Nurdin Halid usai Rapat Pleno Terbuka Pengundian, Penarikan dan Pencabutan Nomor Urut Pilgub Sulsel di Hotel Four Points Makassar, Selasa (13/2).

Menurut NH, setelah penetapan calon dan pengundian nomor urut, pihaknya memang berfokus mempersiapkan kampanye. Tahapan kampanye sendiri berlangsung cukup lama, mulai 15 Februari hingga 23 Juni mendatang. Sembari mempersiapkan teknis kampanye, pasangan calon nomor urut 1 itu juga menunggu arahan dari KPUD Sulsel terkait persiapan alat peraga.

Sebelumnya, Gubernur Syahrul menyampaikan tidak akan menjadi juru kampanye NH-Aziz dengan beberapa alasan. Ketua Bidang Kerawanan Sosial DPP Golkar itu mengklaim telah meminta izin kepada Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum DPP Golkar. Langkah SYL itu

"Saya tidak mau jadi jurkam. Saya masih mau tarik napas sedikit untuk rakyat, saya tentu tidak mau ikut dulu seperti itu. Saya fokus untuk rakyat," ujar SYL, beberapa waktu lalu.

"Saya juga minta sama Ketua Golkar bahwa saya tidak ditunjuk untuk ikut kampanye dulu terutama di Sulsel. Tentu saya punya alasan yang kuat untuk itu," sambung Gubernur Syahrul.

Dalam Pilgub Sulsel 2018, Gubernur Syahrul memang berada posisi yang dilematis. Sebagai kader dan pengurus Golkar, ia dituntut mendukung dan memenangkan NH-Aziz. Di sisi lain, adik kandungnya Ichsan Yasin Limpo ikut bertarung menggandeng Bupati Luwu, Andi Mudzakkar. Begitu pula dengan sahabatnya, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang yang maju berpasangan dengan Tanribali Lamo. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini