Buka Rangkaian Peringatan HDKD 2021, Yasonna Ajak Berdoa agar Pandemi Berlalu

Jumat, 1 Oktober 2021 11:57 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Buka Rangkaian Peringatan HDKD 2021, Yasonna Ajak Berdoa agar Pandemi Berlalu Menkumham Yasonna buka rangkaian peringatan HDKD 2021. ©Humas Kemenkumham

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna H Laoly membuka rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) tahun 2021 Kementerian Hukum dan HAM. Pembukaan kegiatan itu diawali dengan acara Doa Kumham untuk Negeri.

"Semoga ikhtiar ini mampu menggerakkan kesadaran bersama untuk terus mendoakan negeri ini, optimis, pandemi akan berlalu," kata Yasonna, dalam sambutannya, di Graha Pengayoman Kemenkum HAM, Jumat (1/10).

Dia berharap dengan adanya acara tersebut bisa menjadi penguat usaha dalam menghadapi pandemi Covid-19, selain penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi. Menurut Yasonna, doa merupakan senjata spiritual untuk melindungi diri.

"Kegiatan Doa Kumham untuk Negeri merupakan ikhtiar batin guna menyempurnakan upaya lahir yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak dalam menangani pandemi Covid-19," bebernya.

Sementara itu Yasonna menginstruksikan jajarannya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, jajaran Kemenkum HAM juga dia minta aktif terlibat dan mendukung pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Kemudian, Yasonna menginstruksikan kepada seluruh insan Kemenkumham untuk memanfaatkan peringatan HDKD 2021 sebagai momentum meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

"Tunjukkan eksistensi Kementerian Hukum dan HAM kepada masyarakat, khususnya di bidang pelayanan publik. Layani publik dengan baik dan ramah," ungkapnya.

Pada peringatan HDKD 2021 yang mengangkat tema 'Semakin Pasti', Yasonna menekankan beberapa hal kepada jajaran Kemenkumham, antara lain untuk selalu melakukan pembenahan komprehensif, termasuk dalam kebijakan perencanaan, pengorganisasian, penganggaran, pengawasan melekat serta monitoring dan evaluasi, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Akurat dan tepat dalam membuat keputusan. Keputusan yang diambil harus merujuk pada peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi norma/etika sebagai ASN, serta mempertimbangkan norma- norma/martabat masyarakat," tuturnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini