Buka Rakernas BKKBN, Ma'ruf Amin Ingin Angka Pernikahan Dini Menurun

Kamis, 13 Februari 2020 11:39 Reporter : Merdeka
Buka Rakernas BKKBN, Ma'ruf Amin Ingin Angka Pernikahan Dini Menurun Wapres Maruf Amin buka Rakernas BKKBN. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengisi pidato pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKKBN untuk program Banggakencana 2020 di Jakarta. Dalam pidatonya, Wapres Ma'ruf menginginkan adanya program kerja BKKBN yang menekan angka pernikahan dini kepada kelompok millenial.

"Kampanye ini perlu terus digalakkan. Gunakan pendekatan yang lebih humanis, dekat dengan generasi muda dengan memanfaatkan teknologi," kata Ma'ruf seperti dikutip lewat siaran pers Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (13/2/).

Wapres Ma'ruf beralasan, angka pernikahan dini perlu ditekan supaya kualitas pernikahan kelompok millenial di masa mendatang bisa lebih matang. Caranya, dengan melakukan kesiapan terlebih dulu dari segi mental dan finansial bagaimana menyiapkan pendidikan dan kesehatan anak mereka kelak.

"Ini yang perlu kita jangkau dengan cara tepat agar perubahan di masyarakat tercapai," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Mengutip data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) lima tahun terakhir, angka pernikahan dini masih berada di atas 11 persen. KPPA mengategorikan pernikahan dini adalah mereka yang melangsungkan perkawinan di bawah 18 tahun.

Reporter: Radityo (Liputan6.com) [rnd]

Baca juga:
Pernikahan Dini Rentan Bercerai
Menteri Yohana Harap RUU Perkawinan Soal Usia Minimal Nikah Segera Selesai
Warga China Tolak Undang-undang Pernikahan Dini
Khofifah Sebut Angka Perceraian di Jatim Capai 121 Ribu Kasus
Perkawinan Usia Dini di Sultra Tinggi, Faktor Ekonomi & Pendidikan Jadi Penyebab
Takut Diculik Boko Haram, Anak-anak Perempuan di Kamerun Menikah Dini

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini