Buka Layanan Kesehatan Gratis di Suku Badui, Dokter Omat Terima Merdeka Award 2022

Kamis, 30 Juni 2022 16:45 Reporter : Supriatin
Buka Layanan Kesehatan Gratis di Suku Badui, Dokter Omat Terima Merdeka Award 2022 Merdeka Award 2022 Sosok Inspiratif untuk Indonesia Dokter Omat Rachmat. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - "Jangan seperti menara gading, minimal jadi menara air. Jadi kehadirannya di situ memberikan manfaat."



Begitu kata Omat Rachmat, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi di Rumah Sakit Sari Asih, Tangerang, Banten. Dokter berusia 43 tahun ini rela membuka layanan kesehatan gratis di pedalaman suku Badui.

Dokter Omat adalah salah satu penerima Merdeka Award 2022 untuk kategori sosok inspiratif untuk Indonesia. Ada 5 kategori dalam penghargaan Merdeka Award 2022. Program Inovatif untuk Negeri, Program Kreatif Pariwisata, Inovasi Digital, Program Pemberdayaan UMKM dan Sosok Inspiratif untuk Indonesia.



Dokter Omat, sapaan akrabnya, menceritakan awal mula membuka layanan kesehatan gratis di pedalaman suku Badui. Menurutnya, dia menemukan dua masalah utama. Pertama, akses kesehatan terbatas. Kedua, kemiskinan.



Untuk mengatasi masalah akses kesehatan, dokter Omat mulai melakukan pendekatan secara personal. Meskipun, masyarakat Badui sangat memegang teguh prinsip menolak modernisasi.



"Ketika kita lakukan pendekatan secara baik, secara personal, akhirnya mereka terbuka menerima pelayanan kesehatan 'modern'," kata dokter Omat saat menghadiri Acara Merdeka Award 2022 digelar di Gedung Paviliun Provinsi Smesco-Nareswara Hall, Lantai 4, Jakarta dengan tema "Inspirasi Indonesia", Kamis (30/6).

Pemberian layanan kesehatan gratis masih alami kendala, terutama infrastruktur. Menurut dokter Omat, prinsip masyarakat Badui menolak modernisasi dirasakan saat hendak mengevakuasi pasien ke fasilitas kesehatan. Mereka menolak menggunakan kendaraan.



"Jadi seringkali kita ingin melakukan pelayanan kesehatan tapi sulit untuk mengevakuasi mereka ke layanan kesehatan. Akhirnya kita membuat pelayanan kesehatan yang masuk ke dalam. Pernah kita lakukan tindakan operasi di lokasi," jelasnya. 


2 dari 2 halaman

Strategi Menghadapi Masalah Kemiskinan

Sementara untuk mengatasi masalah kemiskinan, dokter Oman sedang menyediakan aplikasi Cintani (Cinta Petani). Lewat aplikasi ini, masyarakat Badui dapat memasarkan produk-produk alamnya.



Hasil pemasaran produk tersebut nantinya akan dikonversikan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus pelayanan kesehatan. Penggunaan aplikasi Cintani ini akan didampingi tim khusus.



"Melalui aplikasi ini, saya ingin memberikan solusi pada dua hal tadi. Pertama solusi terhadap kesulitan masyarakat Badui untuk memasarkan produk-produk alamnya. Kedua permasalahan untuk mendapatkan akses kesehatan," ujarnya.



Dokter Omat berharap apa yang dilakukannya untuk masyarakat Badui bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Dia meyakini dua masalah utama suku Badui juga dialami di wilayah lain.



Bila semakin banyak orang yang menebar manfaat kepada sekitarnya, maka kesulitan yang dihadapi Indonesia bisa teratasi.

"Saya ingin inspirasi ini terus berjalan, terus dilanjutkan. Kalau bisa tidak terbatas pada satu tempat saja tapi dilakukan oleh banyak orang dan di banyak tempat," kata dokter Omat.

Merdeka Award 2022 dihadiri Wakil Presiden Maruf Amin dan Managing Director EMTEK, Sutanto Hartono, yang hadir secara virtual. Sementara itu, hadir secara langsung Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Aris Darmansyah Edisaputra, Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kominfo I Nyoman Adhiarna, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini