Budi Supriyanto akui terima Rp 3 M dari Damayanti, buat proyek Tol

Senin, 2 Mei 2016 17:50 Reporter : Al Amin
Budi Supriyanto akui terima Rp 3 M dari Damayanti, buat proyek Tol Budi Supriyanto diperiksa KPK. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto mengaku pernah menerima uang sekitar Rp 3 miliar dari Politikus PDIP Damayanti Wisnu Putranti, terdakwa penerima suap proyek pelebaran jalan Tehoru-Limu, Maluku Utara senilai Rp 41 miliar. Namun begitu, Budi mengatakan, jika uang yang diberikan dalam pecahan dollar singapura itu tidak ada hubungnya dengan proyek di Maluku Utara, melainkan proyek pengurukan jalan tol di Solo.

"Jadi waktu itu Mbak Damayanti mengajak saya, mas kalau bisa kita kerjasama mencari lahan diambil tanah untuk pengerukan jalan tol di Solo," kata Budi Supriyanto kepada majelis hakim, Senin (2/5).

Anggota DPR fraksi Golkar itu menambahkan, waktu itu, Oktober 2015, ia mengatakan tidak punya uang sebanyak itu. Namun Damayanti, lanjutnya, mengatakan kalau dia mempunyai dana tersebut. Budi ditugaskan untuk mencari tanah untuk pengerukan.

"Makanya, setahu saya, uang itu untuk penyertaan modal," ujarnya.

Kepada majelis hakim, Budi menjelaskan, jika uang tersebut diserahkan pada 11 Januari 2016 oleh staf Damayanti, Julia Prasetyarini. Lokasi penyerahan uang tersebut dilakukan di Rumah Makan Soto Kudus, Tebet, Jakarta Selatan.

Budi ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima uang panas proyek jalan Pulau Seram di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera). Penetapan Budi sebagai tersangka dengan surat perintah penyidikan (Sprindik) tertanggal 29 Februari.

Budi disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini