Buang sial, warga Puri Satria Klungkung gelar ritual mandi api

Senin, 23 Maret 2015 20:09 Reporter : Gede Nadi Jaya
Buang sial, warga Puri Satria Klungkung gelar ritual mandi api Ritual mandi api sucikan dosa. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Puri Satria Kawan, Banjar Satria, Dawan, Klungkung punya tradisi unik. Ya Tradisi Lukat (pembersihan diri) Geni merupakan salah satu tradisi yang sudah di warisi warga Puri secara turun temurun.

Kegiatan ini dilakukan pada petang menjelang malam hari. Puluhan muda mudi, remaja, anak-anak hingga orangtua menikmati tradisi mandi bara api dari daun kelapa kering. Mereka meyakini tradisi ini sebagai wujud pembersihan diri selama setahun, semacam buang kotoran atau kesialan dan dilebur dalam bara api.

"Selama setahun tubuh kita penuh dosa. Sebagai wujud penyatuan pada dewa agni (api) kami lakukan pembersihan di tahun 1973 Caka ini," ujar salah seorang peserta Lukat Geni, Senin (23/3) di Puri Satria, Klungkung Bali.

Menurut pemangku Merajan Puri Satria Kawan AA Gede Oka Mangku tradisi lukat geni tersebut bukan merupakan unjuk kebolehan. Namun apa yang dilakukan murni untuk mempertahankan tradisi yang sudah menjadi warisan dari tahun ke tahun. Bahkan tradisi ini sudah ada puluhan tahun.

"Ini sudah dilakukan secara turun temurun untuk penyucian bhuana agung dan pembersihan diri," ujarnya.

Sebelumnya nampak pemuda dan warga berkumpul di Catus Pata. Mereka melakukan persiapan setelah sebelumnya melakukan persembahyangan bersama di Merajan Puri Satria Kawan. Beberapa daun kelapa kering yang sudah diikat juga disiapkan. Begitu api dikobarkan dua kubu yang terpisah beradu saling memandikan api ke tubuh lawan.

"Sebenarnya panas juga pak. Tapi ini kami lakukan dengan penuh kegembiraan jadi rasa sakit dan panas terkena bara api hilang," aku Gung Oka salah seorang pemuda setempat.

Ada satu keyakinan yang ditanamkan kepada para peserta yang terlibat dalam lukat geni tersebut, yakni api dari perakpak tersebut tidak akan melukai atau membakar diri peserta. Tetapi akan membersihkan diri para peserta. Diyakini juga percikan api yang menyala dan membakar tubuh peserta tersebut akan membakar atau menghilangkan sifat sifat negatif dalam tubuh.

Menariknya pada acara ini, salah seorang turis asing menyaksikan dan mengabadikan tradisi ini secara spontan membuka bajunya begitu didesak salah seorang pemuda. Turis asing yang diketahui warga Denmark ini langsung dimandikan api, dan dia heran bisa tertawa. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini