BST Berakhir April, Kemensos Siapkan Bantuan Pangan Non Tunai Rp200 Ribu

Jumat, 2 April 2021 11:40 Reporter : Merdeka
BST Berakhir April, Kemensos Siapkan Bantuan Pangan Non Tunai Rp200 Ribu Mensos Risma Bersama KPM BST. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Sosial menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sampai April 2021. Meski BST berakhir, Kemensos akan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk lain.

Bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi yang masih berlanjut adalah Kartu Prakerja, subsidi listrik, bantuan langsung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan sebagainya.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan salah satu alternatif bantuan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan nominal Rp200 ribu.

"Bisa saja nanti masuk sebagai peserta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako. Tapi dapatnya Rp200 ribu, bukan Rp300 ribu," kata Risma dalam keterangannya, Jumat (2/4).

Masyarakat dipersilakan melaporkan diri ke perangkat pemerintah daerah terkait seperti dinas sosial, kelurahan/desa, atau RT/RW, bila merasa layak mendapatkan bantuan.

Risma menekankan pemerintah daerah memiliki peran utama dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Kemensos masih menunggu kesesuaian data penerima bantuan daerah-daerah sebelum bantuan yang ada disalurkan.

"Kami menunggu kesesuaian data dari daerah. Data kami kembalikan karena masih ada yang belum dipadankan dengan NIK," katanya.

Menurut Risma, jika belum ada pemadanan data dengan NIK, Kemensos belum bisa menyalurkan bantuan ke daerah. "Kami tidak bisa menyalurkan ke daerah, kalau data tidak betul. Selain belum padan dengan NIK, juga ada data ganda. Kami juga tidak bisa mencoret, karena yang tahu persis kan daerah. Makanya data yang ada dikembalikan ke daerah,” katanya.

“Karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Lagipula kan ada yang meninggal, misalnya. Jadi banyak yang mengajukan baru,” sambung Risma.

Kemensos terus melakukan evaluasi terkait data penerima bansos. Dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya bekerja intensif meningkatkan akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Risma memimpin langsung pertemuan berkala yang melibatkan pihak terkait untuk melakukan audit dan kajian terhadap DTKS.

Risma menyatakan, langkah ini ditempuh untuk memastikan bantuan sosial (bansos) bisa tersalurkan secara tepat sasaran. Kemensos melakukan kajian dan audit untuk memastikan DTKS makin akurat. Apalagi DTKS sebagai data induk bagi seluruh program bansos di Indonesia, tepat sasaran.

Tahun 2021, Kemensos menerima penugasan dari negara untuk melanjutkan 3 jenis bantuan tunai. Yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran sebesar Rp28,7 triliun dengan target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran dilakukan setiap 3 bulan sekali dalam 4 tahap (Januari, April, Juli dan Oktober) melalui Bank HIMBARA (BNI, BRI, Mandiri dan BTN).

Kemudian Program Sembako/BPNT dengan anggaran Rp45,12 triliun dengan target sebanyak 18,8 juta KPM. Penyaluran dilakukan setiap bulan selama periode Januari–Desember 2021 melalui Bank HIMBARA (BNI, BRI, Mandiri dan BTN) dan agen yang ditunjuk. Indeks bantuan ditetapkan sebesar Rp200.000/bulan/KPM.

Dan yang ketiga adalah BST dengan anggaran Rp12 triliun menyasar 10 juta KPM. Penyaluran dilakukan setiap bulan, selama 4 bulan (Januari–April 2021). Penyaluran dilakukan melalui Bank HIMBARA (BNI, BRI, Mandiri dan BTN) dan agen yang ditunjuk dengan indeks Rp300.000/bulan/KPM.

Reporter: Yopi Makdori [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini