Bripka CS Mabuk Tembak 3 Orang Sampai Tewas, PPP Desak RUU Minol Segera Disahkan

Jumat, 26 Februari 2021 11:09 Reporter : Merdeka
Bripka CS Mabuk Tembak 3 Orang Sampai Tewas, PPP Desak RUU Minol Segera Disahkan Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan diberi garis polisi di Jalan Lingkar Luar Barat Cengkareng. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bripka CS, menembak empat orang di kafe RM, Cengkareng, Jakarta barat. Kejadian itu sebabkan tiga orang langsung tewas dan satu di antaranya merupakan personel TNI AD. Sementara satu lagi luka-luka.

Bripka CS nekat melakukan aksi bengisnya gara-gara dalam kondisi mabuk. Merespons kejadian itu, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi atau kerap disapa Awiek mendesak agar segera disahkannya Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol.

"Oleh karena itu sejak periode dulu Fraksi PPP mengusulkan untuk segera disahkan RUU Larangan Minuman Alkohol.

"Kami memandang perlunya regulasi ini untuk menghindari kegaduhan dan banyaknya korban nyawa yang diakibatkan oleh miras," sebut Awiek dalam keterangan tulis, Jumat (26/2).

Menurutnya, kegaduhan yang diakibatkan minuman beralkohol seakan-akan terus menerus mencoreng nama baik Indonesia dimata dunia. Jika ini dibiarkan bukan tidak mungkin, menurutnya akan menimbulkan ketidak percayaan di masyarakat sendiri terhadap pemerintah.

"Karena dampak mudharat dari minuman keras ini pelan namun pasti akan merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," sebut dia.

Ia juga mengkritisi langkah pemerintah yang berniat membuka investasi industri minuman beralkohol. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan lebih bijak langkah tersebut.

"Demikian halnya rencana Pemerintah untuk membuka investasi industri miras perlu dipertimbangkan untuk tidak diberlakukan. Mengingat mudhorotnya jauh lebih besar dari sekedar kepentingan profit. Masa depan anak cucu kita bersama akan terancam kalau sampai ini dilegalkan," tegas dia.

Tidak hanya itu, lebih jauh Awiek menguraikan dampak minuman beralkohol dalam jangka panjang akan semakin parah. Jika saat ini hanya terjadi penembakan oleh oknum polisi kepada TNI AD ataupun tercorengnya nama baik Indonesia akibat meninggalnya warga Jepang setelah minuman miras, maka menurut Awiek bukan tidak mungkin ke depan miras akan banyak menghilangkan nyawa anak bangsa.

"Karena berdasarkan data WHO tahun 2016 saja sudah ada 3 juta lebih di dunia meninggal akibat minuman beralkohol. Peristiwa ini bukan hanya isapan jempol semata tapi nyata dampaknya di depan mata kita semua," tegas dia.

Wakil Ketua Baleg DPR menggarisbawahi, sikapnya bukan dimaknai bahwa ia anti akan investasi. Namun pihaknya lebih mendukung investasi yang bersifat membangun.

"Kami sama sekali tidak anti investasi. Namun investasi yang kami dukung adalah investasi yang tidak merusak. Kami juga mengakui adanya kearifan lokal di sejumlah daerah yang membutuhkan miras. Namun sebaiknya pengaturannya terlebih dulu dalam bentuk UU yang mana di dalamnya juga memberikan pengecualian penggunaan miras untuk kepentingan medis, adat, maupun ritual," jelas dia. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini