BPK belum laporkan hasil audit proyek simulator SIM ke DPR

Selasa, 2 April 2013 13:40 Reporter : Saugy Riyandi
KPK geledah NTMC. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK RI semester II (IHPS) yang dilaporkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak dilaporkan mengenai audit pemeriksaan kasus Simulator SIM yang dilakukan Kepolisian Republik Indonesia.

"Itu (simulator SIM) tidak termasuk semester II tahun 2012," ujar Auditor Utama 1 BPK Gatot Supiartono kepada wartawan yang ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selasa (2/4).

Menurut Gatot, audit simulator SIM nantinya masuk ke dalam IHPS semester I tahun 2013. "Karena laporannya baru selesai minggu lalu, nanti masuknya IHPS semester I tahun 2013," tegas dia.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK RI semester II (IHPS) tahun 2012 kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). BPK melaporkan adanya kerugian negara sebesar Rp 9,72 triliun dari 12.947 kasus.

Ketua BPK Hadi Purnomo mengatakan dari temuan tersebut, sebanyak 3.990 kasus merupakan temuan yang berdampak terhadap finansial dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 5,83 triliun.

"Adapun sebanyak 4.815 kasus yang merupakan kelemahan Surat Pemberitahuan Impor (SPI), sebanyak 1.901 kasus penyimpangan administrasi dan sebanyak 2.241 kasus ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektifan senilai Rp 3,88 triliun," ujar dia. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Simulator SIM
  2. BPK
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.