BPIP Belum Ada Ketua Definitif, PKS Nilai Pemerintah Tak Serius Mengurus Pancasila

Rabu, 4 Desember 2019 14:26 Reporter : Wilfridus Setu Embu
BPIP Belum Ada Ketua Definitif, PKS Nilai Pemerintah Tak Serius Mengurus Pancasila Mardani Ali Sera. ©Istimewa/PKS

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik belum adanya Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) definitif. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan Pemerintah tidak serius dalam menjalankan pembinaan Pancasila di tanah air.

Diketahui, Yudi Latif mengundurkan diri dari jabatan Kepala BPIP pada Juni 2018 lalu. Pasca pengunduran diri Yudi Latif, Hariyono ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan yang didirikan pada 28 Februari 2018 tersebut.

"Menurut saya Pemerintah tidak serius kalau begitu untuk mengurus ideologi," kata dia, saat ditemui, di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (4/12).

Indikasi ketidakseriusan Pemerintah, jelas Mardani, ditunjukkan dengan tidak segera menetapkan Kepala BPIP definitif sebagai pengganti Yudi Latif.

"Bagaimana mau dibilang serius petugas utama, struktur utamanya yang melaksanakan fungsi ini saja tidak segera didefinitifkan. Tidak segera untuk diambil," tegas dia.

1 dari 1 halaman

Masukan dari PKS

Dia mengharapkan agar ke depannya, unsur dalam BPIP diisi oleh orang dengan beragam pandangan. Dengan begitu BPIP menjadi tempat diskusi berbagai penafsiran terkait Pancasila.

"Dan saya mengusulkan kita belajar tentang Pancasila, sila ketiga itu persatuan Indonesia. Carilah orang yang tidak satu arus. Cari orang yang berbeda arus di situ dan sehingga tidak harus yang searah. Yang beda arah juga letakkan di situ. Jadi ada dinamis, namanya dynamic equilibrium. Masing-masing bisa menafsirkan Pancasila dengan indah," tandasnya. [ray]

Baca juga:
BPIP Tegaskan Ormas Bertentangan dengan Pancasila Jangan Diberi Izin
Anggota Komisi III Pertanyakan Tujuan SKB 11 Menteri Padahal Sudah Ada BPIP
BPIP Tanggapi Agnez Mo: Harusnya Bangga Jadi Orang Indonesia
DPR Dukung Penguatan BPIP Melalui Undang-undang
BPIP: Penyebaran Hoaks Lemahkan Nilai Pancasila

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini