Bos Travel Naila Syafaah Tak Kapok Dibui 8 Bulan, Polda Metro Ingin Beri Efek Jera

Kamis, 30 Maret 2023 23:43 Reporter : Bachtiarudin Alam
Bos Travel Naila Syafaah Tak Kapok Dibui 8 Bulan, Polda Metro Ingin Beri Efek Jera Tersangka di Polda Metro. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Metro Jaya akan menjerat pada tersangka penipuan kasus travel umrah PT Naila Syafaah Wisata Mandiri dengan pasal yang memuat ancaman hukuman berat. Langkah itu dilakukan agar menimbulkan efek jera kepada para tersangka.

"Polda Metro Jaya bertekad kami akan memberikan efek deterrence, efek jera kepada para pelaku," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat jumpa pers, Kamis (30/3).

Upaya Polda Metro Jaya itu bukan tanpa alasan. Hengki menyebut salah satu tersangka, yakni Mahfudz Abdulah alias Abi (52) merupakan seorang residivis dalam kasus serupa pada 2016. Ketika itu dia hanya dihukum 8 bulan penjara. "Karena yang bersangkutan ini (Mahfudz) residivis, ternyata masih tidak kapok mengulangi, hanya dihukum 8 bulan," ujar Hengki.

Sementara dua tersangka lainnya yakni Halijah Amin alias Bunda (48), yang merupakan istri Mahfudz, dan Hermansyah selaku direktur perusahaan adalah tersangka baru.

Atas kasus ini, mereka pun bakal dijerat dengan Pasal 126 Juncto Pasal 119 A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Teemasuk Pasal 126 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Mereka terancam hukuman 10 tahun penjara.

"Untuk Mahfudz juga akan diterapkan Pasal 486 KUHP tentang perulangan tindak pidana," kata Hengki.

Perbuatan para tersangka dalam menjalankan bisnis umrah ini telah memakan korban sekitar 500 orang jemaah. Total kerugian mencapai hampir Rp100 miliar dari harta uang berupa Rp91 miliar ditambah sejumlah harta benda.

"Hasil pendalaman kami modus PT Naila ini, perlu diwaspadai, karena hasil penghitungan penyidik dari LP yang ada mendekati atau lebih Rp100 miliar dihitung dengan aset," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Ubah Nama Setelah Bebas

Selain itu, terkuak Mahfudz Abdulah ternyata mengganti nama menjadi Abi Hafidz Al-Maqdisy guna menyembunyikan status residivisnya.

"Tersangka juga agar tidak ketahuan residivis yang bersangkutan mengganti namanya yakni Abi Hafidz Al-Maqdisy," kata Hengki.

Setelah bebas dan mengganti nama, Mahfudz membeli PT Naila Syafaah Wisata dengan tujuan kembali menjalankan bisnis liciknya. Dia mengajak istrinya Halijah Amin serta Hermansyah sebagai pengelola.

"Yang bersangkutan membeli PT Naila Syafaah agar tidak ketahuan (aksi penipuannya). Dia beli PT Naila, namun di sini tetap di bawah kendali Mahfudz dan istri," ucapnya.

Baca juga:
Tips Mencegah Jadi Korban Travel Umrah Bodong
Alasan Kemenag Belum Masukkan PT Naila Syafaah ke Daftar Hitam Travel Umrah
Kemenag Akui Kecolongan Ada Travel Umrah Bodong Lagi Hingga Telantarkan Jemaah
Polisi Usut Dugaan TPPU Dilakukan Travel Naila Syafaah
Modus Bos Travel Naila Syafaah Demi Sembunyikan Status Residivis

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini