Bos SMRC, Saiful Mujani kembali diperiksa soal suap Bupati Buol

Kamis, 11 Juli 2013 12:04 Reporter : Putri Artika R
Bos SMRC, Saiful Mujani kembali diperiksa soal suap Bupati Buol gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemilik Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa. Saiful diperiksa sebagai saksi dalam pengembangan kasus suap pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) lahan kelapa sawit di Buol Sulawesi Tengah.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TL (Totok Lestiyo)," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Kamis (11/7).

Belum diketahui apakah Saiful telah hadir di KPK atau belum. Diketahui, Saiful pernah menjalani pemeriksaan dalam kasus yang sama, namun untuk tersangka Siti Hartati Murdaya.

Saat itu, Saiful mengaku diperiksa terkait survei pemilihan Pilkada yang dilakukannya di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Survei tersebut, lanjut Saiful, diorder oleh Totok Lestiyo bukan Bupati Buol Amran Batalipu.

"Yang menggunakan jasa pekerjaan saya di Kabupaten Buol Pak Totok Lestiyo bukan Pak Amran," ujarnya kepada wartawan kala itu.

Saiful menjelaskan menurutnya Totoklah yang mengontrak dirinya dan membayar survei. Terkait hasil survei digunakan oleh siapa, Totok yang tahu persis.

Menurut Mujani, Totok merupakan orang kepercayaan Hartati Murdaya, pengusaha yang juga telah ditetapkan tersangka oleh KPK. Survei itu menghabiskan dana sekitar Rp 300 juta.

KPK akhirnya menetapkan anak buah Hartati Murdaya, Totok Lestiyo sebagai tersangka. "Berdasarkan pengembangan yang dilakukan penyidik berkaitan dengan kasus pengurusan HGU perkebunan atas nama PT HIP dan CCM di Buol, penyidik menemukan 2 alat bukti untuk menyimpulkan bahwa TL, dari swasta sebagai tersangka," ujar Jubir KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Senin (1/7).

Totok disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. "Penetapan sejak 28 Juni lalu," ujar Johan.

Hartati sendiri telah diputus bersalah oleh Majelis Pengadilan Tipikor karena terbukti menyuap Rp 3 miliar kepada Bupati Buol untuk pengurusan HGU lahan kelapa sawit di Buol Sulawesi Selatan atas PT CCM. Hartati pun banding dan banding itu ditolak oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Suap Bupati Buol
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini