Bos RS Permata Hijau sebut Bimanesh sudah siapkan tim dokter khusus tangani Setnov

Senin, 16 April 2018 15:39 Reporter : Ahda Bayhaqi
Bos RS Permata Hijau sebut Bimanesh sudah siapkan tim dokter khusus tangani Setnov Dokter Bimanesh mendengar keterangan saksi. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Direktur RS Medika Permata Hijau Hafil Budianto Abdulgani mendapat laporan dari anak buahnya terkait perawatan Setya Novanto pasca mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Tidak tanggung-tanggung, Hafil mendapatkan berkas 19 tumpukan tentang berita acara oleh para staff dan perawat rumah sakit.

Hal itu disampaikan ketika Hafil dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus perintangan penyidikan dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo.

Salah isi satu laporan dari stafnya itu adalah dokter Bimanesh Sutarjo telah menyiapkan tim khusus yang akan menangani Setya Novanto. Itu diperolehnya dari keterangan Plt Pelayanan Medik RS Permata Hijau dokter Alia.

"Dokter Alia tersebut hanya memberitakan bahwa seingat saya dokter Bimanesh memberikan pengarahan bahwa ada dan sudah dipersiapkan tim untuk menangani," ujar Hafil kepada Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Hafil menyakinkan hakim bahwa dokter yang dipersiapkan Bimanesh berasal dari RS Medika. Meski tidak mengingat namanya, Hafil menjelaskan ada tiga spesialis dalam tim Bimanesh tersebut. Mereka adalah spesialis jantung, spesialis bedah dan spesialis syaraf.

"Spesialis jantung pembuluh darah dan dokter spesialis bedah dan kemudian spesialis syaraf," kata dia.

Dari laporan itu juga diperoleh keterangan bahwa dokter jaga IGD saat itu, Michael Chia Cahaya menolak permintaan untuk merawat mantan Ketua DPR itu.

"Yang saya ingat bahwa pengacara Novanto datang untuk meminta surat rawat. Supaya dibikinkan surat untuk dirawat. Dokter Michael menolak karena belum melihat pasien," kata Hafil.

Sebelumnya diketahui, Bimanesh Sutarjo dan kuasa hukum Setya Novanto saat itu, Fredrich Yunadi, diduga bersama-sama melakukan upaya perintangan penyidikan terhadap Novanto kala menjadi tersangka dan buronan KPK. Bimanesh disebut melakukan upaya memalsukan perawatan mantan Ketum Golkar itu usai mengalami kecelakaan menabrak tiang.

Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini