Bongkar Bisnis Jual Beli Burung Langka di Gresik, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Selasa, 8 Oktober 2019 13:54 Reporter : Erwin Yohanes
Bongkar Bisnis Jual Beli Burung Langka di Gresik, Polisi Amankan Seorang Pelaku Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi membongkar bisnis jual beli satwa dilindungi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Belasan burung langka alias dilindungi diamankan polisi. Dalam kasus ini, satu orang bernama Dani Agus Saputra ditetapkan sebagai tersangka.

Warga Menganti, Gresik berumur 31 tahun itu diketahui sebagai pemilik 5 burung merak hijau. Sedangkan seorang lagi berinisial D ditetapkan sebagai buron lantaran teridentifikasi sebagai pihak penjual.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang memelihara 5 ekor burung merak hijau. "Kelima burung diamankan beserta tersangka," kata Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Selasa (8/10).

Kusworo menjelaskan, tersangka mendapat burung itu hadiah dari temannya berupa telur. Kemudian ditetaskan sendiri menggunakan alat penetas telur ayam. Semuanya menetas hingga besar. "Kelima burung merak itu dirawat di rumah mertua tersangka," tuturnya.

Kusworo menyebutkan, ada 13 burung yang berhasil diamankan. Diantaranya, 5 ekor burung merak hijau, 6 ekor burung Takur Api, dan 2 ekor burung Tangkar Uli Sumatera.

Harga jual setiap burung bervariatif. Merak hijau misalnya, per ekornya mencapai Rp 25 juta. Burung Takur Api per ekornya Rp 1,5 juta. Dan burung Tangkar Uli Sumatera setiap ekornya Rp 1 juta. "Transaksi selain merak dilakukan secara manual dan online," imbuh Kanit Pidana Ekonomi (Pidek) Ipda Suparlan.

Terkait tersangka yang masih buron, profesinya sebagai penjual burung di Yogyakarta. Namun, dia sengaja menyisipkan 6 burung Takur Api ke dalam kandang. Bercampur dengan burung yang boleh dijual. "Upaya ini untuk mengelabuhi petugas," kata Parlan.

Tersangka diancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Dia dijerat dengan pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No 5/1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini