Bom Ikan Meledak Tewaskan Warga Pandeglang, Polisi Tangkap Satu Tersangka

Selasa, 5 April 2022 16:03 Reporter : Ya'cob Billiocta
Bom Ikan Meledak Tewaskan Warga Pandeglang, Polisi Tangkap Satu Tersangka borgol. shutterstock

Merdeka.com - Kasus bom ikan meledak di Kampung Cisaat, Desa Tangkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang menyebabkan seorang warga berinisial UL (41) tewas. Sementara istri UL, berinisial LI (40) terluka parah.

Kabid Humas Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Shinto Silitonga mengatakan, berdasarkan bukti ilmiah yang dikumpulkan Inafis Ditreskrimum Polda Banten, autopsi terhadap jenazah UL oleh Kedokteran Forensik Biddokkes Polda Banten serta analisa bahan peledak oleh Satbrimob Polda Banten, disimpulkan ledakan disebabkan oleh bom yang biasa dibuat untuk menangkap ikan, bukan terkait dengan aksi jaringan terorisme.

"Pasca mengidentifikasi jenis bahan peledak secara ilmiah, penyidik Satreskrim Polres Pandeglang memeriksa empat saksi yang melihat peristiwa tersebut termasuk anak korban yang menerima bahan peledak dari pelaku untuk diberikan kepada korban," kata Silitonga, Selasa (5/4). Dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, identitas tersangka yaitu LL (35), berprofesi sebagai nelayan, warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang yang usai ledakan terjadi melarikan diri ke hutan di daerah Munjul, Pandeglang, selama kurang lebih dua bulan.

Selanjutnya, tersangka kembali ke Kecamatan Sumur, berhasil ditangkap penyidik pada 11 Maret 2022 saat sedang beraktivitas di keramba ikan di Kecamatan Sumur, Pandeglang.

Sementara Kepala Polres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka, bahwa tersangka menyediakan bahan-bahan untuk membuat bom ikan, beberapa bahan dibeli dari seseorang di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Belny mengatakan, tersangka menyerahkan bahan-bahan peledak yang sudah dibeli kepada UL untuk dirakit menjadi bom ikan, karena UL memiliki keterampilan dalam perakitan bom ikan. Kemudian usai dirakit, UL memberikan kembali bom ikan kepada LL dengan diberi upah Rp200.000 per 6 kg bom ikan, dan kemudian dijual lanjutan oleh LL ke pihak lain dengan nilai Rp150.000 per 500 gram sehingga menghasilkan keuntungan yang signifikan terhadap tersangka.

Menurut dia, motif tersangka LL mencari keuntungan ekonomis dari pembuatan bom ikan. "Tersangka tidak mempedulikan tentang ancaman bahaya bagi nyawa dan benda orang yang menyimpan dan merakit bahan peledak, bahkan juga tidak peduli dengan dampak kerusakan bom ikan terhadap ekosistem laut," kata dia.

Ia mengatakan, LL mendapatkan bahan peledak untuk membuat bom ikan dari MKD melalui istrinya MKD atas nama MY alias Maya yang berada di Indramayu, Jawa Barat. Kemudian LL transfer dana ke MY, lalu bahan-bahan untuk membuat bom ikan disiapkan MKD dan diambil LL untuk dibawa ke Pandeglang.

"Seminggu sebelum ledakan, LL belanja bahan pembuat bom ikan dari MKD berupa 25 kilogram potasium senilai Rp3.000.000, satu kg belerang senilai Rp150.000 dan 500 gram bron seharga Rp300.000. Semua barang itu kemudian diberikan LL kepada UL untuk dirakit dan beberapa bagian dari bahan-bahan itu juga ditemukan saat olah TKP oleh Inafis Ditreskrimum Polda Banten pasca ledakan," pungkasnya. [cob]

Baca juga:
Bom Ikan di Pulau Komodo, Kapal Nelayan Asal Bima Diamankan Polairud Polda NTT
Polisi Juga Temukan Bahan Bom Berdaya Ledak Tinggi di Kasus Bondet Pasuruan
Polda Sulbar Tangkap 11 Nelayan Gunakan Ratusan Bom Ikan
Kasus Ledakan Bondet di Pasuruan, Polisi Tetapkan 4 Tersangka
Selain Korban Tewas, Ledakan Bom Ikan di Pasuruan Akibatkan 6 Warga Luka-luka

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bom Ikan
  3. Pandeglang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini