Bocah 2 Tahun di NTB Menderita Kanker Rahang, Orang Tua Kesulitan Biayai Pengobatan

Senin, 22 April 2019 11:19 Reporter : Ya'cob Billiocta
Bocah 2 Tahun di NTB Menderita Kanker Rahang, Orang Tua Kesulitan Biayai Pengobatan Ilustrasi

Merdeka.com - Muhammad Ridho Abdullah, bocah berusia 2 tahun asal Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menderita pembengkakan di mulut dan mata kiri. Bahkan mulutnya terus mengeluarkan darah hingga giginya copot, akibat penyakit kanker rahang.

Ishak, ayah Ridho Abdullah yang sehari-hari berprofesi buruh bangunan di Lombok Timur, mengaku tidak tega melihat anaknya yang terus menerus menangis karena menahan rasa sakit.

"Sudah satu bulan anak saya sakit, dan kami tidak punya biaya untuk pengobatan anak kami," kata Ishak kepada wartawan, Senin (22/4).

Karena itu, dia mengharapkan adanya bantuan dari para dermawan, baik itu pemerintah maupun para donatur untuk membantu pembiayaan pengobatan anaknya.

"Kami sangat mengharapkan bantuan, dari pemerintah dan para donatur. Untuk biaya operasi anak kami yang saat ini tidak berdaya," ujarnya.

Ia menyatakan untuk menyembuhkan penyakit anaknya itu membutuhkan biaya yang cukup besar, karena Ridho belum memiliki kartu BPJS.

Kini bocah tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum (RSUD) Kota Selong Lombok Timur untuk sementara, dan rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit yang lengkap dengan fasilitasnya seperti Rumah Sakit yang ada di Jakarta, Surabaya, atau Denpasar, Bali.

Sementara itu, Lispa adik ibunya Ridho menyebutkan awalnya orang tua bocah tersebut mengira hanya sakit biasa dan sempat dibawa berobat ke pengobatan tradisional, namun begitu sakitnya tidak kunjung sembuh, pada akhirnya bibik bocah tersebut berinisiatif untuk membawanya ke Puskesmas Sembalun.

"Kita sekeluarga mengira hanya sakit bisa, dan kami bawa ke belian sasak untuk berobat. Tapi tidak sembuh-sembuh," lanjutnya.

Gejala penyakit yang dialami Ridho telah berlangsung selama 20 hari, seperti bengkak di rahang bagian bawah dan pipi bagian kiri, sehingga menyebabkan dia tidak bisa makan.

"Begitu saya lihat keadaan Ridho, saya berinisiatif membawanya ke puskesmas untuk diperiksa. Karena saya yang selalu mengasuhnya tiap hari jika ditinggal oleh orang tuanya untuk mencari nafkah di sawah orang," jelasnya.

Satu minggu setelah dibawa ke puskesmas, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh juga, malah keadaan bocah tersebut semakin parah. Yakni rahang dan pipinya semakin membengkak dan mengeluarkan darah dari mulutnya, dan langsung dibawa kembali ke puskesmas untuk dirawat.

Pada saat itu pula barulah dokter yang menangani bocah tersebut mendiagnosa, bahwa anak tersebut menderita kanker rahang. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini