Bobol duit nasabah, enam petinggi Bank BPR Majalaya dibekuk

    Reporter : Andrian Salam Wiyono | Rabu, 13 November 2013 20:12
    Bobol duit nasabah, enam petinggi Bank BPR Majalaya dibekuk
    Uang. ©2013 Merdeka.com

    Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar mengungkap kasus tindak pidana perbankan yang dilakukan PT BPR Sadayana Artha Majalaya.

    Enam tersangka telah diamankan yakni AN sebagai Komisaris Utama, ZE sebagai Direktur Utama, AM Direktur, SR sebagai Kabag Operasional, NI sebagai Account Officer dan KHA sebagai Account Officer PT BPR Sadayana Artha Majalaya.

    Kasus tindak pidana perbankan itu berlangsung dari November 2009 sampai dengan Agustus 2011. Sedangkan perusahaan tersebut kini sudah dilikuidasi.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, menjelaskan modus yang dilakukan tersangka yakni melakukan penarikan tabungan tanpa se-izin nasabah.

    "Mereka juga menarik kredit yang tidak dicatat, dengan pengeluaran biaya-biaya fiktif," kata Martinus, Rabu (13/11).

    Para tersangka, Martinus melanjutkan, memiliki peran masing-masing. Seperti SR yang melakukan penarikan tabungan milik 10 orang nasabah dengan total nominal Rp 56 juta.

    Sedangkan NI dan KHA juga melakukan penarikan angsuran kredit untuk 98 debitur, dan beberapa tersangka lain hingga merugikan nasabah Rp 1,2 miliar. "Penarikan itu tidak masuk dalam pembukuan," ujarnya.

    Selain tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari slip setoran BCA KCP Majalaya atas nama Zezen Hasan, 35 foto copy berkas kredit fiktif, 18 foto copy berkas kredit topengan, 60 lembar tiket atau voucer asli PT BPR Sadayana Artha Majalaya.

    Para tersangka dijerat dengan pasal 49 Ayat (1) huruf a dan B Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

    "Mereka terancam hukuman penjara selama 15 tahun penjara atau denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 200 miliar," ujarnya. Dalam kasus ini ada 18 orang korban yang telah dijadikan saksi. "Ada juga 1 saksi ahli."

    [mtf]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Pencurian

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE