BNPT Sebut Filipina Tak Bisa Buktikan Jika Pelaku Bom Bunuh Diri Merupakan WNI

Kamis, 14 Februari 2019 17:34 Reporter : Merdeka
BNPT Sebut Filipina Tak Bisa Buktikan Jika Pelaku Bom Bunuh Diri Merupakan WNI Komjen Suhardi Alius. ©merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan, sampai sekarang pemerintah Filipina belum bisa membuktikan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel, adalah Warga Negara Indonesia. Dia menuturkan, BNPT sudah sampai turun ke Filipina langsung.

Hasilnya, kata dia, pemerintah Filipina terlalu dini menyebut WNI terlibat. "Sudah dicek, bahkan sudah kita cek sana. Terlalu dini. Buktinya sekarang enggak ada kelanjutan lagi," ucap Suhardi di Auditorium Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

"Bukan (WNI). Darimana buktinya, tidak bisa dibuktikan," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono menyampaikan, hingga saat ini tim masih belum mengenali identitas pelaku yang diduga Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kami sudah konfirmasi tadi, jadi masih tetap yang pertama proses riksa labfor di Filipina untuk tes DNA. Dan tim Indonesia yang di sana terus mendalami, bekerjasama, berkoordinasi dengan penyidik yang di sana. Untuk mendalami semua informasi dari pemeriksaan saksi," tutur Syahar.

Menurut Syahar, hal yang menjadi kendala utama adalah tubuh pelaku yang saat ditemukan sudah tidak utuh. Pecahan bagian tubuh akibat ledakan itu pun tergolong kecil.

"Bagian tubuhnya hanya cuma jari, hanya cuma kaki sepotong-sepotong, itu kan perlu proses waktu," jelas dia.

Selain itu, penyidik juga mendalami keterangan dari pemeriksaan lima tersangka yang menyerahkan diri pada 2 Februari 2019. Para anggota Abu Sayyaf itu diduga memiliki keterkaitan dengan teror bom ganda yang menghantam gereja di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, 27 Januari 2019.

"Inilah salah satu materi juga yang sedang dilakukan tim dari Indonesia untuk koordinasi dengan penyidik sana. Salah satunya itu," Syahar menandaskan.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini