BNPB Sayangkan Banyak Satgas Karhutla Gunakan Peralatan di Bawah Standar

Senin, 23 September 2019 15:06 Reporter : Merdeka
BNPB Sayangkan Banyak Satgas Karhutla Gunakan Peralatan di Bawah Standar Karhutla di Penajam Paser Utara. ©Istimewa

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyayangkan peralatan yang digunakan Satgas Karhutla belum lengkap. Hal itu diduga memicu beberapa petugas terpapar gas karbon monoksida.

Demikian diungkapkan Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapan BNPB Bernadus Wisnu Wijaya. Meski belum mendapatkan informasi terbaru terkait petugas yang terpapar gas karbon monoksida, namun ia menduga penyebab terletak pada penggunaan alat yang masih di bawah standar.

Diketahui, baru diketahui 16 orang terpapar gas tersebut. Tepatnya di wilayah Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

"Yang terpapar tadi, terus terang saya belum mendapatkan informasi detail," kata Wisnu dalam acara Forum Merdeka Barat 9, di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (23/9).

Meski demikian, dia tak menampik, bahwa banyak Satgas masih belum menggunakan alat yang lengkap.

"Ini menjadi konsen kami, bahwa petugas-petugas di lapangan, nanti kita siapkan dengan peralatan-peralatan yang memang standar untuk menangani ini (Karhutla). Kita tahu Indonesia terkait penanganan yang masif seperti itu, ini masih ada beberapa yang kita tingkatkan untuk safety daripada petugas," ungkap Wisnu.

Menurut pengamatannya, sampai sekarang baru Satgas yang dibina oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, yang paling lengkap alatnya.

"Saya lihat yang sangat bagus, yakni yang dikelola oleh teman-teman dari LHK," pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo memberikan data dari 39 Satgas Karhutla di Kobar. Hasilnya, 16 orang kadar CO (Karbon Monoksida) lebih dari 10 ppm, yang artinya berada di tingkat hati-hati. 4 orang dalam batas waspada atau sekitar 1-9 ppm, dan 19 orang masih normal.

"Itu hasil pemeriksaan tanggal 12 September 2019," kata Agus.

Dari data yang diberikan pun, 16 orang yang terpapar gas karbon monoksida itu direkomendasikan untuk beristirahat selama kurang lebih 2 pekan. Dan diberikan asupan gizi yang baik.

Agus pun membenarkan, sampai sekarang 16 orang tersebut tengah beristirahat. "Iya sesuai hasil tersebut, istirahat dulu," ungkap Agus.

Reporter: Putu Merta [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini