BNPB: Ratusan Titik Api Terpantau di Kalteng, Dua Ribu Warga Kena ISPA

Selasa, 17 September 2019 12:18 Reporter : Merdeka
BNPB: Ratusan Titik Api Terpantau di Kalteng, Dua Ribu Warga Kena ISPA Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Pekanbaru. ©2019 AFP PHOTO/ADEK BERRY

Merdeka.com - Asap pekat mengepung sejumlah daerah di Pulau Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi itu membuat ribuan warga menderita infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Plt Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo menjelaskan sejauh ini satgas Perawatan dan Pelayanan Kesehatan terus memberikan pelayanan kesehatan pada para penderita ISPA.

"Data Posko Satgas Siaga Darurat Karhutla Wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (16/9/2019) mencatat lebih dari 2.000 penderita ISPA," kata Agus dalam keterangannya, Selasa (17/9).

Total sebanyak 2.637 jiwa yang menderita ISPA. Paling banyak di Palangka Raya mencapai 829 jiwa.

"Sedangkan wilayah lain sebagai berikut Kotawaringin Timur 513, Murung Raya 394, Barito Utara 227, Kapuas 161, dan Kotawaringin Barat 147. Wilayah lain seperti Barito Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, Sukamara, penderita ISPA kurang dari 100 jiwa," jelas Agus.

Dia mengungkapkan, pelayanan kesehatan di bawah kendali Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah diintensifkan. Pelayanan diberikan tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga petugas pemadam di lapangan.

"Dinas kesehatan setempat menyediakan ruang oksigen atau rumah singgah, seperti di Kota Palangkaraya, dengan menyiagakan 11 puskesmas, 2 rumah sakit umum daerah dan 1 pelayanan dari Palang Merah Indonesia," jelas dia.

Terpantau 140 Titik Panas

Sampai hari ini, titik panas atau hotspot terpantau di 140 titik. Data tersebut berdasarkan citra satelit yang dilakukan pihaknya.

"Pantauan titik panas atau hotspot berdasarkan citra satelit Aqua, Terra dan SNPP sebanyak 140 titik," kata Agus.

Dia menuturkan, wilayah dengan hotspot tertinggi berada di wilayah Kotawaringin Timur dengan 32 titik, Pulang Pisau 30 titik. Kemudian Kapuas 23 titik, Seruyan 17 titik, Murung Raya 16 titik.

Disusul di wilayah Katingan 9 titik, Barito Selatan 5 titik, Barito Timur 4 titik, Gunung Mas 3 titik, dan Barito Utara 1 titik.

"Prakiraan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Kalteng masih dalam kategori sangat mudah terbakar," ungkap Agus.

Dia menegaskan, sampai sekarang, penanganan karhutla masih terus dilakukan. "Dengan strategi pemadaman darat, udara dan penegakan hukum," jelasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini