BNPB Kerahkan 6 Helikopter, Distribusi Logistik ke Korban Banjir Bandang NTT

Rabu, 7 April 2021 15:52 Reporter : Supriatin
BNPB Kerahkan 6 Helikopter, Distribusi Logistik ke Korban Banjir Bandang NTT BNPB Kerahkan 6 Helikopter Guna Tangani Bencana NTT. ©Istimewa

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan enam helikopter untuk mempercepat penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 12 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT). Enam helikopter tersebut di antaranya Heli MI-8 dengan daya angkut delapan ton yang direposisi dari Kalimantan Barat.

"Kemudian Heli Kamov 32 A dengan daya angkut lima ton yang direposisi dari Riau," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Rabu (7/4).

Sementara, empat helikopter lainnya yakni Heli EC-115 berkapasitas 12 tempat duduk, Heli AW 199 berkapasitas 7 tempat duduk, Heli Bell 412EP dengan kapasitas 12 tempat duduk dan Heli AS-365 kapasitas 11 tempat duduk.

Raditya menyebut enam helikopter ini akan difungsikan untuk mendistribusikan logistik dan peralatan di lokasi yang terisolir pascaterputusnya akses akibat longsor maupun akses penyeberangan laut yang tidak memungkinkan akibat gelombang tinggi.

Selain itu, helikopter tersebut juga difungsikan guna mengakomodir para warga yang membutuhkan pertolongan darurat terutama kelompok rentan, sekaligus untuk mengangkut tim medis yang ditugaskan di posko penanganan darurat.

"Sebagaimana diketahui bahwa percepatan penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 12 kabupaten dan kota di NTT masih mengalami beberapa kendala teknis seperti akses terputus hingga faktor cuaca buruk," jelasnya.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, wilayah yang masih belum dapat diakses sepenuhnya meliputi Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Adapun akses darat menuju wilayah Kabupaten Malaka masih terputus akibat longsor.

Kemudian Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata juga belum sepenuhnya dapat diakses karena gelombang laut masih tinggi sehingga harus menggunakan moda transportasi udara. Di sisi lain, kondisi listrik Kota Kupang belum sepenuhnya pulih dan jaringan telekomunikasi selular masih mengalami kendala.

"Sejumlah pohon dan tiang papan reklame dilaporkan tumbang dan sempat menutup beberapa akses jalan. Sementara itu, beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar masih belum beroperasi karena bangunan mengalami kerusakan terdampak cuaca ekstrem sehingga menimbulkan antrean panjang," terangnya.

"Hingga saat ini banyak yang memilih tinggal di hotel yang menyediakan genset listrik untuk keperluan mobilitas, sehingga banyak hotel penuh di Kota Kupang," tandasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini