BNPB Catat Longsor dan Banjir di Beberapa Daerah Telan Korban Jiwa

Jumat, 1 Februari 2019 15:37 Reporter : Henny Rachma Sari
BNPB Catat Longsor dan Banjir di Beberapa Daerah Telan Korban Jiwa Longsor. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah memakan korban jiwa. Bencana banjir, longsor serta puting beliung masih terus menjadi momok masyarakat sepanjang bulan Februari 2019 ini.

"BMKG telah memprakirakan curah hujan tinggi selama bulan Februari 2019 akan terjadi di Aceh bagian barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa, Kalimantan Barat bagian timur laut, Kalimantan Tengah bagian utara, Sulawesi Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan bagian utara, Kalimantan Tenggara, Papua Barat dan Papua," kata Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Jumat (1/2).

Seperti terjadi di Desa Medeng dan Sungkung II Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (31/1) sekira pukul 21.30.

"Longsor menyebabkan 3 orang meninggal dunia, 2 orang hilang dan 11 rumah tertimbun. Permukiman warga berada di bawah lereng perbukitan saat longsor menimbun 11 rumah. Dari 3 korban meninggal dunia salah satunya adalah balita," beber Sutopo.

Pencarian 2 orang hilang masih dilakukan oleh tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat. Akses ke lokasi cukup sulit, hanya dapat dilakukan menggunakan sepeda motor.

Banjir di Surabaya Seret Pelajar Masuk Gorong-Gorong

Hal serupa juga terjadi di Perumahan Citraland, Taman Puspa, Pakuwon, Bukit Palma di Kota Surabaya, Kamis (31/1) sekira pukul 15.30.

"Hujan deras yang berlangsung selama 3 jam telah menyebabkan banjir di beberapa titik. Banjir menyebabkan satu anak pelajar kelas 1 SMP YPPK Wiyung yang terseret arus masuk ke dalam gorong-gorong," jelasnya.

Sutopo menambahkan, peristiwa berawal saat motor orangtua korban mogok karena banjir sehingga ayah korban mendorong sepeda motor, sementara korban bersama adiknya berjalan di belakang sekitar 10 meter dari ayah korban.

"Selang beberapa saat, korban bermain gabus di pinggir sungai yang meluap sekitar 30 centimeter ke jalan. Tanpa sepengetahuan ayahnya, tiba-tiba korban terperosok ke dalam sungai yang mengalir deras," katanya.

"Adiknya empat berusaha menolong, namun keduanya hanyut terbawa arus banjir. Adik korban berhasil diselamatkan warga yang kebetulan lewat di lokasi. Sedangkan korban hilang terbawa arus," tambahnya.

Pencarian dilakukan oleh petugas SAR dan masyarakat dengan menyusuri pinggiran sungai dan menggunakan perahu karet. Pada pukul 20.10 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Longsor di Manado, 2 Orang Tewas

Sementara itu di Manado, longsor melanda Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting dan Kelurahan Tikalabaru Kecamatan Tilaka, Jumat (1/2) sekira pukul 08.00 WITA. "Longsor menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan beberapa rumah rusak berat. BPBD Kota Manado Bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat melakukan penanganan longsor. Pendataan dampak longsor masih dilakukan BPBD." [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini