BNN sebut Jambi termasuk provinsi darurat narkoba

Rabu, 22 April 2015 15:34 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, Edy Iswanto mengatakan, Provinsi Jambi saat ini sudah masuk kategori darurat narkoba. Dia menambahkan, dari hasil penelitian, pecandu atau pengguna narkoba di Jambi tercatat hampir 50 ribu orang.

"Jambi sudah darurat narkoba, karena sudah merata dari Kabupaten Kerinci hingga Tanjung Jabung Barat. Semuanya sudah banyak yang menggunakan narkoba," kata Edy saat deklarasi antinarkoba di Kantor Gubernur Jambi, seperti dilansir dari Antara, Rabu (22/4).

Menurut Edy, tahun ini Jambi diharapkan bisa merehab para pengguna dan pecandu narkoba sebanyak 1.688 orang. Tetapi kendala dihadapi yakni kurangnya tempat rehabilitasi itu.

"Mungkin tempat rehabnya masih kurang, tapi rehab pecandu dan pengguna narkoba bukan hanya di Jambi, ada di Bogor, Batam, Sulawesi dan provinsi lainnya," ujar Edy.

Edy berharap rumah sakit kabupaten/kota di Jambi mampu melakukan rehabilitasi pengguna dan pecandu. Baik secara rawat jalan maupun rawat inap.

"Bulan Mei nanti program sudah running, sehingga untuk tiap-tiap rumah sakit saya yakin bisa dan mampu melakukan rehab terhadap pengguna narkoba," tambah Edy.

Edy menyampaikan, keadaan darurat narkoba bukan hanya Jambi saja, tapi juga seluruh Indonesia. Bahkan pernyataan itu disampaikan langsung Presiden RI Joko Widodo.

Sementara itu, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengatakan, penggunaan narkoba sudah sangat berbahaya sekali. Dengan dilakukannya deklarasi antinarkoba serta sosialisasi BNN, diharapkan bisa efektif menekan angka pengguna narkoba. Sebab pemberantasan narkoba sudah menjadi program pemerintah pusat. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Jambi
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.