BNN Jateng Libatkan Anjing Untuk Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas

Rabu, 30 Januari 2019 11:39 Reporter : Danny Adriadhi Utama
BNN Jateng Libatkan Anjing Untuk Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng kesulitan membongkar jaringan narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur mengaku akan menggunakan anjing pengendus narkoba saat razia Lapas.

"Kita kerahkan anjing pengendus narkoba, sebab penciuman anjing sangat tajam, dan tidak bisa dikompromi," kata Muhammad Nur saat diwawancara wartawan di Semarang, Rabu (30/1).

Dia menyebut persoalan narkoba di dalam Lapas tidak terlepas dari peredaran narkoba di luar. Pihaknya mengaku kesulitan untuk mencari keterkaitan antara pelaku dari luar Lapas ke para narapidana.

"Langkah kita bersinergi dengan Kemenkum HAM, dan pihak Lapas minta izin memakai perangkat anjing pengendus," jelasnya.

Nur menambahkan saat ini tingkat prevalensi pengguna narkoba di Jateng mencapai 1,16 persen dari total populasi penduduk yang mencapai sekitar 34,26 juta jiwa. Dengan kata lain, ada sekitar 397.416 orang penduduk Jateng yang mengonsumsi narkoba.

"Jumlah itu terbilang tinggi. Rata-rata pengguna merupakan kalangan usia produktif. Sekitar 50 persennya," jelas Nur.

Meski jumlahnya cenderung menurun bila di banding capaian secara nasional sekitar 1,13 persen, namun dia tetap mewaspadai peredaran narkoba yang saat ini semakin menyasar anak muda. Bahkan transaksi narkoba bisa dilakukan via online.

"Tahun lalu kasus paling menonjol ada di Solo. Penurunannya tidak signifikan. Pada 2018 terdapat 17 laporan polisi yang berhasil kita bongkar. Dengan jumlah tersangka 35 orang. Dua orang berhasil ditembak mati. Itu rata-rata kasusnya sabu," kata Muhammad Nur. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini