BNN bongkar sindikat narkoba internasional libatkan anggota TNI

Selasa, 7 Maret 2017 12:37 Reporter : Ronald
BNN bongkar sindikat narkoba internasional libatkan anggota TNI BNN tangkap pengedar sabu jaringan internasional. ©2017 merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai kembali mengungkapkan peredaran Narkoba jaringan Internasional jaringan China-Indonesia. Dari pengungkapan petugas mengamankan 7 pelaku dengan barang bukti berupa 48,16 kilogram sabu, 3.702 butir ekstasi, dan 454 butir Happy Five.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso, mengatakan, pengungkapan kasus ini melibatkan empat lokasi penangkapan. Lokasi yang pertama yaitu di jalan Medan, Binjai, Sumatera Utara. Di mana kasus ini telah diburu sejak lama.

"Dari lokasi ini petugas mengamankan 2 tersangka bernama Meriadi dan Riswan," kata Budi di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (7/3).

Namun, dari penangkapan tersebut Riswan tewas karena melawan petugas. Dari tangan Riswan, kata Budi, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 38 bungkus sabu, dengan berat total 39,22 kilogram.

Lokasi pengungkapan kedua, lanjut Budi, di sebuah rumah di gang Langgar, Medan Sumatera Utara. Dari lokasi ini petugas mengamankan 3 tersangka, yakni Saiful, Andri Maulana, dan Zakaria dengan barang bukti 12,72 gram sabu, ekstasi 3.702 butir, dan pil happy five sebanyak 454 butir.

"Mereka ini kita amankan di rumah kakak Zakaria yang bernama HAB yang merupakan anggota TNI AD. Namun saat ini HAB belum diketahui keberadaannya. Kami (BNN) sudah berkoordinasi dengan komandan kesatuan yang bersangkutan di kodam dan POM TNI AD," ujarnya

Lebih lanjut Budi menjelaskan, dari pengembangan, petugas kemudian memburu tersangka lainnya bernama Heriza (21). Heriza ini tersangka yang membeli barang dan akan menjualnya kembali barang haram tersebut.

"Heriza ditangkap di perumahan Johor Permai, Kawasan Medan Johor, Medan. Dari penangkapan Heriza, petugas mendapatkan barang bukti berupa sabu seberat 7.179,13 gram dan 18 bungkus kecil sabu seberag 1.750,07 gram. Kita periksa yang bersangkutan, katanya barangnya dapat dari adik kandungnya berinisial DED, akhirnya kita kejar dan kita tangkap DED di perumahan Debang, Tamansari, Medan," ujarnya

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup," pungkasnya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. TNI Narkoba
  3. BNN
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini