BNN bongkar penyelundupan 220 kg sabu jaringan Aceh-Malaysia

Kamis, 9 November 2017 11:59 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
BNN bongkar penyelundupan 220 kg sabu jaringan Aceh-Malaysia Bnn bongkar jaringan narkoba internasional. ©2017 Merdeka.com/genan

Merdeka.com - Sebanyak 220,78 kg sabu, 8.500 butir ekstasi dan 10.000 butir happy five disita badan Narkotika Nasional (BNN). Barang haram itu berasal dari sindikat narkoba jaringan Aceh-Malaysia.

"Dari yang kita temukan kemarin sabunya lebih dari dua kwintal ya, seperempat ton dari pengungkapan narkoba jenis sabu, Kalo happy five kita 10.000 butir, ada juga barang bukti transfer ekstasi dan ini kualitas terbaik ya warna orange produk dari Belanda, dan ini persis yang kita ungkap pada waktu lalu yang dilakukan oleh Freddy Budiman yang ditaro di kompresor," ujar Kepala BNN Budi Waseso saat konferensi pers di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/11).

Barang haram tersebut didapat dari hasil kerja sama antara BNN Provinsi Aceh, Polri, TNI, serta Bea dan Cukai. Dari hasil koordinasi itu BNN menangkap 4 kurir narkoba berinisial UD, RA, ABR, dan FRZ yang berdomisili di Aceh. Mereka diduga kuat terkait jaringan sindikat narkoba Malaysia, Myanmar, dan Thailand.

Mantan Kabareskrim itu menyebut, jaringan ini juga terkait dengan terpidana narkoba lainnya yang ditahan di Lapas Aceh, Langsa yakni Dulah.

"Ini jaringan yang dulu pernah lari dari BNN dan ketangkep sekarang udah di tahan di Lapas Langsa," katanya.

Lebih lanjut, awalnya aparat menangkap pria berinisial UD saat membawa sabu seberat 5.427,94 gram di kawasan Idie Rayeuk, jalan lintas Medan-Banda Aceh, Rabu (01/11) menggunakan sepeda motor. Kemudian dikembangkan, aparat membekuk 3 tersangka lainnya di wilayah aceh dengan tiga TKP yang berbeda.

UD mengaku diperintah MI, yakni sindikat narkoba Malaysia untuk menerima barang dari Penang menuju Idie Rayeuk dengan jalur laut dan dibawa menggunakan kapal nelayan. Kini MI masih DPO oleh BNN. Dilaporkan BNN, Seluruh barang haram tersebut diperoleh melalui jalur laut.

"Sabu ini dilapisi dengan alumunium foil, juga dibungkus teh dan plastik. Kenapa mereka gunakan bungkus plastik? Modus yang mereka gunakan nanti tinggal ditenggelamkan dan tidak bocor, utuh, karena ada plastik. Nanti setelah patroli laut lewat, mereka akan naikkan kembali," kata Waseso.

"Kita temukan juga setelah kita teliti ternyata jumlahnya tidak menentu, kalo dulu satu paket ini bisa satu kilogram, nah kalo sekarang ini jumlahnya macem-macem. Ada yang 1,4 dan 1 kilo sekian, jadi yang kita temukan beratnya berbeda-beda," tambahnya.

Sementara, Waseso tak ingin menyebut nominal harga dari seluruh narkoba yang di amankan. Ia hanya menjelaskan bahwa dari hasil tersebut BNN berhasil menyelamatkan 900.000 nyawa manusia.

"Dari temuan ini kami menyelamatkan 900.000 umat manusia, hampir 1 juta manusia diselamatkan.Tentunya hasil ini tidak bisa di nilai apapun nilainya tidak bisa dihargai oleh nyawa manusia.Tapi jumlahnya 900.000 umat manusia berhasil diselamatkan," pungkas Jenderal bintang tiga tersebut.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Yang jelas dari barang bukti yang kita dapatkan maka hukuman pada pelaku ini adalah hukuman mati," tandas Waseso. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini