KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

BNN bongkar jaringan narkoba kakap di Banjarmasin

Senin, 15 Juli 2013 17:43 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Shabu. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap seorang pengedar narkoba jaringan internasional yang beroperasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dari tangan tersangka petugas berhasil mendapatkan barang bukti seberat 5.8886 gram sabu serta menyita uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Kepala Bagian Humas BNN, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto mengatakan, penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas di lapangan terhadap rencana transaksi narkoba yang dilakukan tersangka berinisial RJ yang hendak menyerahkan satu paket sabu kepada kurir berinisial HP.

"Petugas curiga adanya transaksi narkoba, lalu dilakukan penggeledahan dan didapat 50 gram sabu dari tersangka RJ," ujarnya di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/7).

Sumirat mengatakan, berdasarkan pengakuan RJ, ia akan menyerahkan barang haram itu kepada HP atas perintah I, di sebuah alamat di Banua Anyar, Jalan P. Hidayatullah Banjarmasin.

"Modusnya unik, barang ini diletakan di tempat sepi dan kemudian diambil oleh seorang kurir. Jadi tidak saling tatap muka," ujar Sumirat.

Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan di rumah kontrakan HP di Jalan Jahri Saleh, Banjarmasin Utara. "Di sana petugas mendapati 5.836 gram sabu. Jadi total sabu ada 5.886 gram," kata Sumirat.

Selanjutnya dikatakan Sumirat, dari penangkapan kedua tersangka petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap I. Dalam penggeledahan di beberapa rumah milik I, petugas menyita uang tunai senilai Rp 1,5 miliar, 6 buku rekening, 17 jenis perhiasan bernilai ratusan juta, 6 sertifikat hak milik, 2 unit mobil, 5 buah BPKB sepeda motor, 5 buah BPKB mobil, dan 11 handphone.

"Jumlah total keseluruhan asetnya masih dihitung petugas, tapi memang banyak sekali nilainya. Pengakuan tersangka, dia sudah 2 tahun menjadi pengedar sabu," ungkap Sumirat.

Kini, ketiga tersangka ditahan di tahanan BNN, Cawang, Jakarta Timur. Mereka dijerat Pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dan tindak pidana pencucian uang. Ancamannya hukuman pidana mati atau kurungan penjara seumur hidup. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.