BNN bongkar 200 kg sabu selundupan, ini modus pelaku

Kamis, 9 November 2017 13:17 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
BNN bongkar 200 kg sabu selundupan, ini modus pelaku kurir 200 kg sabu. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Empat kurir narkoba, UD, RA, ABR, dan FRZ diringkus aparat badan Narkotika Nasional (BNN) dengan 220,78 kg sabu, 8.500 butir ekstasi dan 10.000 happy five disita. Modus para pelaku menyembunyikan barang haram itu dengan dikubur di perkebunan kelapa sawit.

"Semua barang ini masuk melalui jalur laut dan pengiriman dengan berbagai kapal. Barang-barang ini ada yang disembunyikan dan dikubur. Ini modus yang dimanfaatkan dengan menyembunyikan di kelapa sawit saat pengiriman. Dia mengganggap bahwa kelapa sawit itu tidak akan diperiksa oleh aparat, jadi kelapa sawit itu kamuflase," papar Kepala BNN Budi Waseso saat konferensi pers di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/11).

Penangkapan berawal saat petugas meringkus pelaku UD di kawasan Idie, Jalan Lintas Medan-Banda Aceh. Ia membawa sabu sekitar 5000 kilogram lebih yang dibawa dari jalur laut menggunakan kapal nelayan.

Tiga hari kemudian Sabtu (04/11) kurir berinisial RA dibekuk di Dusun Tanjung Mulia Kelurahan Alue Dua Muka, Aceh Timur. Dari tangan RA, aparat berhasil menyita sabu sebanyak 133 bungkus dan 1 bungkus pil ekstasi. Hasil tersebut diperoleh dari hasil pengakuan tersangka bahwa barang tersebut dikubur di perkebunan kelapa sawit.

Lokasi berikutnya di Jalan Raya Medan-Aceh, Desa Bukit Panjang, Aceh Tamiang, tim BNN membidik kurir berinisial ABR. Sempat terjadi kejar-kejaran mobil, akhirnya mobil ABR terperosok ke dalam parit. BNN pun menemukan 30 bungkus sabu seberat 32.958 gram.

"Kita juga menyita beberapa kendaraan ada mobil Daihatsu Xenia silver, Toyota Avanza silver, kemudian 1 Honda Jazz hitam, dan mobil pick up merk Suzuki Furltura. Yang Honda ini terperosok ketika kejar-kejaran dengan aparat," ucap Waseso.

Masih dijaringan yang sama, Tim BNN juga berhasil mengamankan tersangka FRZ di kawasan Jalan Raya Perbatasan Medan-Banda Aceh. Ia membawa 30 bungkus sabu seberat 38.911 gram dan 1 bungkus pil Happy Five sebanyak 10.000 butir. Keempat tersangka kini ditahan di BNN guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka baru akan mengirim dan proses perjalanannya mereka ditangkap. Kita yakin masih ada barang lain, karena modusnya sekarang banyak begitu masuk ke wilayah kita," ucap Waseso.

"Ini pesanan besar yang penting mereka kemas dengan baik, aman, sedap. Kemudian ditampung dan di edarkan dengan jumlah besar," sambungnya.

Lanjutnya, kata Waseso, Jaringan ini ada hubungannya dengan Malaysia dan Kuala lumpur. Para sindikat narkoba juga bersembunyi disana.

"Ini juga larinya di kuala lumpur, larinya kesana dan sekarang tertangkapnya di Langsa Aceh. Ini (empat tersangka) yang apesnya," tutup Waseso.

[rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini