BMKG Bakal Pakai Dashboard Lancang Kuning Milik Polda Riau Antisipasi Karhutla

Sabtu, 15 Februari 2020 04:33 Reporter : Nur Habibie
BMKG Bakal Pakai Dashboard Lancang Kuning Milik Polda Riau Antisipasi Karhutla BMKG bertemu Polda Riau. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau, Marzuki tertarik dengan Dashboard Lancang Kuning milik Polda Riau. Terlebih, kondisi cuaca di Provinsi Riau, menemukan RH dalam angka 97 kebawah yang mana menunjukan indikasi rawan Karhutla. Oleh karena itu, BMKG membuat peta rawan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam diskusi Prediksi Titik Api dan Kebakaran Hutan Riau di Mapolda Riau, tersebut turut hadir Rektor UIN Suska Ahmad Mujahidin, Direktur Pusat Studi Bencana Universitas Riau Sigit Sutikno, Kepala BPS Riau Misfaruddin dan Kepala Pusat Studi Ilmu Data UIN Suska, Beny Sukma Negara.

"Pada tahun ini kami memprediksi musim kemarau masih dalam kapasitas normal. Puncak musim kemarau di Riau terjadi di bulan juli dan Agustus, bulan september masuk ke musim peralihan. Curah hujan yang tinggi di Provinsi Riau terjadi di wilayah Riau bagian barat seperti di Rohul dan Kampar," kata Marzuki dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (14/2).

Menurutnya, BMKG sangat tertarik dengan aplikasi dashboard Lancang Kuning karena cukup update dan banyak informasi tersedia tentang Karhutla. Hal senada juga disampaikan Sinta Haryati Silvana dari Pusat Studi Bencana UNRI yakni pihaknya sangat mengapresiasi aplikasi dashboard Lancang Kuning, mengingat sistemnya yang sangat bagus dalam penanganan emergency.

"Saya juga berharap agar aplikasi dasboard Lancang Kuning dapat di kolaborasi dengan prediksi yang sudah disampaikan oleh para peneliti. Sehingga aplikasi ini menjadi lebih kaya dengan data dan dapat memprediksi dengan lebih akurat," ujar Sinta.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, Aplikasi Lancang Kuning bukan hanya untuk Polda Riau namun untuk masyarakat Riau, tempat menampung saran, ide dan tindakan. Kolaborasi dengan semua pihak, seperti yang disampaikan juga oleh rektor dan peneliti, menjadi hal yang penting.

Jenderal bintang dua ini berharap semoga semua stakeholder termasuk masyarakat Riau menemukan formula yang tepat untuk membuat pekerjaan cegah Karhutla ini bisa selesai dengan baik.

"Diskusi ini adalah kolaborasi pertama kita. Dan kita harapkan kedepan, bisa kita lanjutkan dengan formulasi yang sudah kita diskusikan hari ini. Kami mempersilahkan relawan dan pusat studi bencana untuk menggunakan aplikasi ini dalam studi nya di Universitas," tandas Agung. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini