Better experience in portrait mode.
Blak-blakan, Ini Klarifikasi Anang Soal Nyanyi di GBK Usai Pertandingan Timnas Indonesia

Klarifikasi Anang Soal Penampilannya di GBK

Anang Hermansyah memberikan klarifikasi terkait penampilannya bersama Ashanty di GBK setelah pertandingan Timnas Indonesia.

Anang dan Ashanty mengaku tidak menawarkan diri, tetapi diminta menjadi pengisi acara oleh panitia penyelenggara.

Mereka menyanyikan lagu-lagu yang telah ditentukan oleh panitia sebagai bentuk dukungan terhadap Timnas Indonesia.

Anang dan Ashanty meminta maaf atas kesalahpahaman dan menjelaskan bahwa mereka hanya mengikuti arahan panitia dalam penampilannya di GBK.

Geser👉
Hakim Emosi Dengar Saksi Gazalba Saleh Kembali Cabut BAP: Saudara Anggap Apa Sidang Ini!

Saksi Advokat Mencabut Keterangan, Hakim Geram

Saksi Ahmad Riyadh mencabut keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat sidang perkara gratifikasi dan TPPU hakim agung nonaktif, Gazalba Saleh.

Dalam BAP pertama, Riyadh mengirimkan uang Rp500 juta ke Gazalba untuk pengkondisian perkara. Namun, ia mengubah keterangan menjadi hanya memberikan uang senilai 18 Ribu Dollar Singapura.

Pada persidangan, Riyadh membantah pernah memberikan uang ke Gazalba. Hakim geram dan menegur saksi yang dianggap tidak serius dalam proses sidang.

Hakim ketua mengingatkan Riyadh yang nantinya akan menjadi bahan penilaian hakim. Kesimpulan ini mengajak pembaca untuk menemukan ringkasan menarik lainnya dengan topik berbeda.

Geser👉
Peredaran Obat Perangsang Poppers Terbongkar, Ini Fakta-faktanya

Polisi Tangkap Tersangka Peredaran Obat Perangsang

Polisi menangkap tiga tersangka dalam kasus peredaran gelap obat perangsang dengan sebutan 'poppers', yang digunakan untuk berhubungan seksual.

Obat perangsang tersebut digunakan oleh kelompok tertentu untuk berhubungan seksual pria wanita maupun sesama jenis. Pengungkapan ini berhasil menyelamatkan 1.669 jiwa.

Tersangka RCL mengimpor obat perangsang dari China dan menjualnya melalui toko daring serta komunitas tertentu. Tersangka lainnya, P dan MS, menjual obat tersebut melalui media sosial dan aplikasi khusus LGBTQ.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 435 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun dan denda Rp5 miliar. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Dianggap Beri Kesaksian Palsu, Anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh Diminta Jaksa Diperiksa di Kasus Gazalba Saleh

Jaksa Minta Penetapan Tindak Lanjut Kasus Gazalba Saleh

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta kepada Majelis Hakim menangani perkara gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Hakim Agung nonaktif Gazalba Saleh, memeriksa saksi Ahmad Riyadh.

Jaksa beranggapan Ahmad Riyadh memberikan keterangan bohong dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diberikan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Riyadh secara mendadak mencabut seluruh keterangannya di hadapan Majelis Hakim.

Ketua Hakim, Fahzal Hendrik tidak bisa memberikan penetapan tersebut, namun mempersilakan penyidik untuk mengusut keterangan bohong dari saksi.

Mantan Hakim Agung Gazalba Saleh didakwa menerima gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan total senilai Rp25,9 miliar terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Geser👉
Polri Diminta Ekshumasi dan Autopsi Ulang Jenazah Afif Maulana

LBHAP PP Muhammadiyah Minta Ekshumasi Jenazah Afif Maulana

Ketua Riset dan Advokasi publik LBHAP PP Muhammadiyah Gufroni menyambangi Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/7). Dia menyerahkan surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait permintaan ekshumasi terhadap jenazah Afif Maulana.

Permintaan ekshumasi itu juga karena dirinya telah mendapatkan kuasa dari orang tua Afif Maulana, agar bisa memberikan pendampingan atau bantuan hukum. Gufroni menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah pengusutan yang dilakukan oleh Mabes Polri dan niatan untuk melakukan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap Afif Maulana.

LBHAP Muhammadiyah siap menghadirkan ahli dari Muhammadiyah, dokter forensik, untuk melakukan ekshumasi dan autopsi ulang. Mereka berharap agar proses ekshumasi melibatkan pihak luar sebagai wujud transparansi Polri.

LBH Muhammadiyah berkoordinasi dengan LBH Padang dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk mengungkap penyebab kematian Afif Maulana. Mereka berharap hasil ekshumasi dapat mengungkap kebenaran dan menghindari dugaan-dugaan yang meragukan prosesnya.

Geser👉
Kasad Jenderal Maruli Buka Suara soal Aturan TNI Boleh Berbisnis: Perlu Dipertegas & Dibuat Batasan

Kasad TNI Buka Suara Soal Larangan Berbisnis

Kasad TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membuka suara mengenai wacana aturan larangan TNI berbisnis.

Maruli meminta adanya klasifikasi batasan TNI dilarang berbisnis dan menyatakan bahwa tidak masalah jika anggota TNI mencari uang sampingan seperti mengojek.

Namun, Maruli menegaskan bahwa jika ada anggota TNI terlibat bisnis ilegal, ia akan menindaknya dan meminta publik melaporkan jika menemukan anggota TNI berbisnis ilegal.

Maruli juga menyarankan agar ada aturan yang dipertegas mengenai TNI berbisnis dan ia siap menjalankan perintah undang-undang tersebut.

Geser👉
Sandra Dewi Protes 88 Tas Branded Miliknya Disita: Itu Hasil Endorse

Tersangka Korupsi Timah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas perkara dan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di PT Timah Tbk tahun 2015 sampai dengan 2022.

Dalam pelimpahan tersebut, disebutkan bahwa sejumlah barang bukti seperti puluhan tas branded dan mobil mewah milik para tersangka telah disita dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum salah satu tersangka, Harvey Moeis, mengklaim bahwa tas branded yang disita merupakan milik artis Sandra Dewi dan mobil milik Harvey sendiri. Namun, hal ini masih perlu dibuktikan di pengadilan.

Kejaksaan Agung juga menyebutkan barang bukti milik tersangka lainnya seperti tanah, mobil, tas branded, perhiasan, dan uang dalam berbagai mata uang.

Geser👉
SDN di Solo Hanya Dapat Dua Siswa Baru di 2024

SDN Dawung Tengah Solo Memastikan KBM Berjalan Optimal

SDN Dawung Tengah di Solo memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan optimal meski hanya ada dua siswa baru pada PPDB 2024.

Guru di SDN Dawung Tengah memberikan perhatian lebih besar pada dua siswa baru tersebut. Jumlah siswa baru di sekolah tersebut menurun dibandingkan tahun lalu.

Hal ini disebabkan minimnya anak usia SD yang tinggal di lingkungan sekolah. Bahkan, Taman Kanak-kanak di belakang SDN Dawung Tengah juga sudah tutup.

Kekurangan siswa baru juga menjadi penyebab tutupnya TK tersebut. SDN Dawung Tengah berharap jumlah siswa baru bisa meningkat di tahun-tahun mendatang.

Geser👉
Kebut Berkas, 30 Jaksa Disiapkan Tuntut Harvey Moeis dan Helena Lim di Persidangan

Tersangka Kasus Korupsi Timah Ditahan 20 Hari

Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan Harvey Moeis dan Helena Lim, dua tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk tahun 2015-2022 ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Harvey dan Helena akan ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, sebelum diseret ke meja hijau.

Kejagung menegaskan, proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan timah menyeret Harvey Moeis dan Helena Lim sesuai prosedur setelah ditemukan penyelenggara negara hingga pihak swasta.

30 jaksa disiapkan untuk menuntut Harvey Moeis dan Helena Lin merampungkan berkas perkara tersebut. Geser Ke Atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
VIDEO: Menko Luhut Ngegas Kembali Sebut OTT Kampungan, Tak Takut KPK Marah!

Menko Luhut Sebut OTT KPK Kampungan

Menko Luhut Ngegas Kembali Sebut OTT Kampungan, Tak Takut KPK Marah!

Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Penyelidik Korupsi (KPK) kampungan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Penyelidik Korupsi (KPK) kampungan.

Luhut mengatakan harus membangun sistem agar tidak ada OTT.

Geser👉
Masyarakat Pesimis terhadap Kinerja Aparat Hukum

Masyarakat Pesimis terhadap Kinerja Aparat Hukum

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengaku melihat penilaian masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum semakin pesimis.

Burhanuddin menginstruksikan jajarannya agar bijak dan cermat dalam bertugas serta berpegang teguh pada fakta hukum dan alat bukti.

Burhanuddin meminta agar jajarannya selalu mendengarkan suara masyarakat sebagai kritik dan masukan dalam menangani perkara.

Jaksa Agung berharap agar jajaran Kejaksaan mampu menyeimbangkan kedua hal tersebut secara objektif, tepat, dan berimbang untuk mewujudkan ketertiban hukum di tengah masyarakat.

Geser👉
KPK Kembali Sita Uang Rp36 Miliar Mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Dalam Kasus Gratifikasi

Mantan Bupati Langkat Disita Uang Miliaran

Tim penyidik KPK menyita uang Rp36 miliar milik mantan Bupati Langkat dalam kasus gratifikasi.

Terbit Rencana Perangin Angin diduga melakukan gratifikasi terhadap penyelenggara negara dan terlibat dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Kabupaten Langkat.

Sebelumnya, KPK juga telah menyita uang senilai Rp22 miliar dan Terbit divonis 9 tahun penjara atas kasus korupsinya.

KPK sedang mengumpulkan alat bukti untuk perkara baru yang menjerat Terbit. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Pakai Visa Bisnis ke Bali, 10 WN China Malah Jualan Token Listrik hingga Pulsa Secara Ilegal

10 WNA Tiongkok Ditangkap di Bali

Petugas Imigrasi di Bali berhasil menangkap 10 WNA Tiongkok yang melakukan bisnis ilegal di Pulau Bali.

Kesepuluh WNA tersebut diduga melakukan perdagangan langsung dengan Cina dan tidak sesuai dengan visa yang dimiliki.

Selama semester 1 tahun 2024, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menolak masuk sebanyak 561 WNA dan telah melakukan tindakan keimigrasian terhadap 207 orang.

Tingkat penolakan WNA yang masuk ke Bali meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, namun belum ada rincian lebih lanjut.

Geser👉