Bisnis Tak Ditepati, WN Irak Tusuk 'Wanita' Kenalan yang Ternyata Transgender

Selasa, 26 Januari 2021 08:30 Reporter : Muhammad Permana
Bisnis Tak Ditepati, WN Irak Tusuk 'Wanita' Kenalan yang Ternyata Transgender Ilustrasi Penganiayaan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember akhirnya menjatuhkan hukuman satu tahun tiga bulan penjara kepada Waleed Hussain Enad bin Hussain, WN Irak yang didakwa melakukan penganiayaan berat. Waleed yang sempat kebingungan dengan bahasa Indonesia akhirnya memutuskan menerima vonis hakim tersebut.

Vonis tersebut lebih ringan dari dakwaan jaksa sebelumnya. Dalam tuntutannya, jaksa meminta pria 40 tahun ini dihukum penjara 1 tahun 6 bulan karena melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan.

“Terdakwa menerima, kita juga menerima, tidak banding,” ujar Andik Sri, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jember usai sidang pada Senin (25/01).

Kasus penganiayaan ini sebelumnya sempat menghebohkan warga Jember dan terjadi pada 30 Agustus 2020. Melalui jejaring facebook, korban, yakni AHF atau Salwa alias Rina (32) berkenalan dengan pelaku Waleed (40) pada awal Agustus 2020. Keduanya lalu kopi darat di sebuah rumah makan di Jember.

Kepada Waleed, Salwa mengaku sebagai perempuan dan sehari-harinya bekerja sebagai eksportir buah durian. Entah bagaimana Salwa meyakinkan, Waleed langsung percaya dengan ajakan berbisnis buah durian.

Padahal, mereka berdua baru kenal beberapa hari. Dengan kesepakatan nilai transaksi Rp20 juta, Waleed memberikan uang muka Rp10 juta kepada Salwa agar dikirimkan buah durian untuk kemudian dijual lagi kepada rekannya yang berasal dari Oman.

Namun, beberapa hari berselang, janji pengiriman buah durian tidak kunjung ditepati oleh Salwa. Merasa dikecewakan, Waleed kemudian mendatangi kamar kost milik Salwa yang ada di permukiman padat penduduk di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember pada 30 Agustus 2020.

Waleed yang datang sekitar pukul 20.00 WIB, terlibat perbincangan serius selama beberapa jam di dalam kamar kos Salwa. Tak kunjung mencapai kesepakatan, pada dini hari, Waleed mulai naik pitam dan mengancam akan melaporkan Salwa kepada polisi.

Karena merasa terancam, Salwa kemudian membuka sebagian pakaiannya. Saat itulah, Waleed baru mengetahui bahwa Salwa ternyata seorang pria. Hal itu semakin membuat Waleed emosi hingga melakukan penganiayaan.

Waleed kemudian menghunuskan pisau yang telah dibawa kepada Salwa. Setelah melukai Salwa, Waleed kemudian hendak lari melalui atap kamar kost. Saat itu, Waleed juga membawa kabur dua ponsel milik Salwa yang memiliki nama asli AHF.

Dalam kondisi penuh luka darah, AHF kemudian berteriak hingga mengundang kedatangan warga sekitar. Polisi yang ikut datang sempat kerepotan saat akan mengamankan Waleed. Setelah dua jam terkepung di atap genteng, Waleed akhirnya menyerah dengan turun untuk diamankan polisi.

“Selama persidangan, terdapat perbedaan keterangan antara terdakwa dengan saksi korban. Terdakwa mengaku, penganiayaan karena masalah bisnis. Sedangkan saksi korban mengaku, penganiayaan karena masalah asmara,” tutur JPU Andik Sri saat dikonfirmasi usai sidang.

Baca juga:
Kesal Kerap Dipalak, Warga Caringin Tilu Aniaya 2 Preman, 1 Tewas
Majikan Penganiaya TKI di Singapura Dituntut Penjara Enam Pekan
Kesal Niat Kawin Lagi Terbongkar, Jefri Lempar Sekop ke Wajah Istri
Kesal Diganggu Main Game, Remaja di Bontang Hajar Temannya
Diancam Akan Dibunuh dan Ditodong Pisau, Ibu di Sumut Ini Laporkan Anaknya ke Polisi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penganiayaan
  3. Penusukan
  4. Jember
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini