Bisnis esek-esek berkedok spa & gym yang tak pernah padam di ibu kota

Selasa, 10 Oktober 2017 05:03 Reporter : Ronald, Henny Rachma Sari
Bisnis esek-esek berkedok spa & gym yang tak pernah padam di ibu kota spa gay di harmoni. ©2017 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Hingar bingar, gelak tawa di T1 atau Teritori Sauna Ruko Plaza Harmoni, Jakarta Pusat mendadak senyap. Betapa tidak, pengunjung saat itu berjumlah 51 orang terkejut akan kedatangan 'tamu tak diundang' di tempat spa dan gym tersebut.

Usut punya usut, tamu tak diundang yang mengejutkan puluhan pengunjung yang semuanya laki-laki itu adalah anggota dari Polres Metro Jakarta Pusat.

Ya, polisi melakukan penggerebekan di lokasi yang terletak di Jalan Suryo Pranoto, gambir, Jakarta Pusat tersebut karena mendapat laporan adanya praktik prostitusi di dalamnya.

Benar saja. Saat digerebek polisi mendapati puluhan pria penyuka sesama jenis tengah asyik 'indehoy'. Sex toys, kondom dan pelumas pun menjadi barang tak asing di sana.

"Saat (penggerebekan) itu gelap sekali," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (7/10).

Dari 51 orang yang diciduk, terselip empat warga negara asing asal China, seorang warga Thailand, Malaysia dan Singapura.

Puluhan pria pengidap kelainan seksual itu pun langsung digelandang ke Mapolres Jakarta Pusat untuk didata dan dimintai keterangan.

"Pengunjung setelah indentifikasi kita foto dan jadikan saksi nanti kita pulangkan. Saksi ini kita perlakukan baik, turun gunakan pakaian lengkap, naikan mobil," ujar Argo.

Sementara itu, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka, yakni pengelola serta karyawannya.

"Ancaman 6 tahun, kita menetapkan 6 orang tersangka, 1 orang inisial H masih DPO. Tersangka, GG, GCMP, NA, ES dan K. Ada lima yang hari ini dilakukan penahanan," kata Argo.

Usut punya usut, lokasi prostitusi tersebut baru tiga bulan beroperasi. Menurut keterangan tersangka hanya menyediakan tempat bagi para gay atau pria penyuka sesama jenis untuk memadu kasih. Pemilik mencari 'mangsa' dengan promosi melalui situs dan grup Whatsapp.

Hanya dengan Rp 165.000, pengunjung sudah bisa bebas beraktifitas di dalamnya. Bebas dalam arti kata sebenarnya. Tak hanya itu, dengan nilai tersebut, pengunjung juga sudah mengantongi air mineral, kondom dan pelumas.

"Mereka (pengunjung) yang bayar Rp 165.000 itu akan dapat air mineral, kondom, dan pelicin alat kelamin," ujar Kabag ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Asfuri saat lakukan rekonstruksi di lokasi tersebut, Senin (9/10).

Barang-barang itu terdapat di dalam loker. Para pengunjung diberikan kunci loker. "Jadi setelah membayar, pengunjung akan dikasih kunci loker menuju lantai 2. Di lantai 2 pengunjung akan bertemu dengan karyawan yang nanti akan dipandu," ujarnya.

Harga itu, kata Asfuri, berbeda bagi pengunjung yang masih di bawah umur 30 tahun dan memiliki tato di badan.

"Jadi apabila pengunjung di bawah 30 tahun mendapatkan diskon hanya bayar Rp 100.000. Kemudian ada diskon juga buat pengunjung yang menggunakan tato hanya bayar Rp 135.000," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, pemilik hanya memfasilitasi tempat tersebut. Untuk transaksi para gay polisi masih mendalaminya. "Hanya menyediakan tempat. Masalah transaksi antara pasangan belum ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian juga pernahmengungkap kasus serupa. Ratusan pria penyuka sesama jenis diciduk aparat Polres Metro Jakarta Utara. Mereka kedapatan tengah asyik memadu kasih di lokasi yang juga berkedok sebagai pusat kebugaran di kawasan Kelapa Gading. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini