Biro jodoh untuk cari pasangan, solusi atau malah nambah masalah?

Minggu, 22 Februari 2015 09:22 Reporter : Mustiana Lestari
Ilustrasi Pasangan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Jodoh bisa datang dari berbagai cara, salah satunya melalui biro jodoh. Tak jarang para single memilih jasa biro jodoh untuk mendapatkan tambatan hatinya. Sederet cerita pun datang dari layanan jasa cinta ini, seperti yang dialami oleh Nuzuluddin Budi Wahono, atau akrab disapa Ade, dan Vera Roro Matahari. Keduanya sejalan memakai layanan biro jodoh online setipe.com.

Keduanya berkenalan di layanan daring ini pada 16 Juni tahun lalu. Semula keduanya hanya mencoba-coba dan memastikan apa benar dapat pasangan setipe dengan diri mereka masing-masing. "Setipe benar-benar tidak bisa dipercaya," ucap Vera seperti dikutip di laman setipe.com, Jumat (20/2).

Ade mulai tertarik dengan akun Vera saat meihat foto dan nama unik Vera. Ade pun mulai kirim pesan melalui setipe.com kepada Vera, dan dari hasil hitung-hitungan algoritma setipe mereka dinyatakan cocok 83 persen. Keduanya lantas saling bertukar nomor telepon tak disangka, mereka mulai memercayai kalau mereka benar-benar setipe alias cocok karena mereka bisa menghabiskan berjam-jam untuk mengobrol via telepon.

Perkenalan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, mereka kopi darat hingga akhirnya Ade memutuskan melamar Vera melalui pesan singkat.

"Jawaban Vera hanya tiga huruf, Mau" kata Ade. Kini Ade dan Vera telah menikah pada Januari lalu.

kesuksesan Ade dan Vera tidak dirasakan oleh Yuni. Sudah hampir setengah tahun Yuni mengikuti biro jodoh. Bahkan biro jodoh yang dia gunakan sudah berganti-ganti namun belum juga hadir pasangan yang dinanti. "Katanya stok pasangannya belum ada," curhat dia kepada merdeka.com, Jumat (20/2).

Harapannya terus menggantung, apalagi orangtua sudah kian cerewet menyuruhnya menikah, "Sekarang saya makin bimbang, kata ibu sudah berumur anak-anak teman ibu sudah menikah semua. Takut orangtua keburu enggak ada," ucap dia sedih.

Kini Yuni tidak mau terlalu berharap pada biro jodoh. Dia membuka peluang lain mendapatkan jodoh, khususnya rekomendasi laki-laki dari teman-teman dekat. "Mungkin saya akan tetap menggunakan biro jodoh tapi kalau misalkan dari teman ada ya pakai itu," tambah dia.

Pakar psikologi interpersonal Dian Wisnuwardhani mengatakan mencari jodoh dengan jasa biro jodoh ibarat judi, si pencari jodoh pun harus siap dikecewakan jika orang yang diharapkan berbohong.

"Nyoba biro jodoh sah-sah saja tapi pakai biro jodoh foto bisa beda dan palsu. jadi intinya harus jujur sama diri sendiri pun begitu," kata Dian.

Dian menyarankan agar para single tetap santai karena arah kehidupan diri sendiri lah yang menentukan. "Jangan terganggu dengan pertanyaan kapan kawin karena kawin itu hanya Tuhan yang tahu tidak perlu ribut, kita santai saja," saran dia. [war]

Topik berita Terkait:
  1. Jodoh
  2. Jakarta
  3. Biro Jodoh
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.