BIN Sebut Polisi Sudah Antisipasi Aksi Teror Sejak Januari

Sabtu, 3 April 2021 13:57 Reporter : Intan Umbari Prihatin
BIN Sebut Polisi Sudah Antisipasi Aksi Teror Sejak Januari Juru Bicara BIN Wawan Purwanto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto mengatakan Mabes Polri sudah mengantisipasi adanya tindakan aksi teroris sejak Januari.

"Sebetulnya begini, Mabes Polri itu memang area pelayanan publik, sehingga tidak bisa tapi Mabes Polri sudah tahu ancaman Januari itu," kata Wawan dalam diskusi daring, Sabtu (3/4).

Wawan menjelaskan pihak Mabes Polri pun meningkatkan capacity building. Yaitu dengan pengamanan yang melekat sehingga tidak mencolok demi keamanan masyarakat.

"Memang kita tidak ingin menyolok, sehingga pelayanan publik tidak terganggu sehingga seolah-olah sedang darurat, sehingga pelayanan publik seolah-olah jangan terganggu sehingga ada gesekan bisa secara sigap diatasi," katanya.

"Sehingga meningkatkan capacity building dalam arti pengamanan melekat senjata tetap nempel di badan,sehingga ada pergerakan secepatnya diringkus," tambahnya.

Sementara itu, Wawan menjelaskan timnya sudah memantau adanya jaringan teroris sejak 2015 sejak terjadinya pergerakan di Sulawesi Selatan. Pergerakan mereka kata dia masih memiliki hubungan dengan jaringan Poso.

"Mereka juga lari-lari siang, ke berbagai provinsi di Indonesia, seperti di Jawa, NTB, Sumatera," ungkapnya.

Kemudian pergerakan itu diperkuat pada 6 Januari dengan adanya penangkapan 20 orang terduga anggota kelompok teroris jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) diamankan di Makassar. Termasuk adanya dua orang yang tertembak yaitu MR dan SA.

"Sejak itu mereka mengancam mau menyerang, memang ini itu sudah diantisipasi oleh aparat keamanan dengan capacity building meskipun tanpa harus menyolok, karena jika menyolok masyarakt jadi resah, maka peringatan capacity building dilakukan objek vital dibeberapa tempat dan tempat-tempat peribadatan," unggapnya.

"Satu yang saya garis bawahi jangan terlalu resah, maka kita silent, terjadi serangan di Makassar di sana memang juga korban hanya korban tewas pelaku dua, dan lain luka-luka tidak sempat menyentuh ke dalam," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, rentetan aksi teror terjadi selama sepekan terakhir. Pada Minggu 28 Maret 2021 teror bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral, Makassar. Aksi tersebut dilakukan suami istri.

Kemudian pada Rabu (31/3) serangan teror terjadi di Mabe Polri, Jakarta Selatan. Teror ini dilakukan perempuan berinisial ZA (25). Dia beraksi sendiri dengan membawa airgun untuk menyerang petugas. Dia tewas setelah ditembak polisi.

Penangkapan beruntun kemudian dilakukan tim Densus 88 anti teror setelah kejadian bom bunuh diri maupun di Mabes Polri. Sejauh ini sudah 32 terduga teroris ditangkap. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini