BIN Sebut Pertemuan Budi Gunawan dengan Rizieq di Arab Saudi Tidak Pernah Terjadi

Jumat, 11 Juni 2021 10:55 Reporter : Bachtiarudin Alam
BIN Sebut Pertemuan Budi Gunawan dengan Rizieq di Arab Saudi Tidak Pernah Terjadi Direktur Komunikasi dan Informasi Badan BIN, Wawan Purwanto. ©2019 Liputan6.com/Ditto Radityo

Merdeka.com - Badan Intelijen Negara (BIN) menegaskan tidak pernah ada pertemuan maupun kesepakatan antara terdakwa Rizieq Syihab dengan Kepala BIN Budi Gunawan ketika berada di Arab Saudi.

Hal itu disebut dalam pleidoi atau nota pembelaan yang dibacakan Rizieq saat sidang Kamis (10/6) kemarin. Dia menyebut jika mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto, mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan pernah membuat kesepakatan dengan dirinya.

"Tentang isu pertemuan dengan Pak BG di Arab Saudi tidak pernah terjadi. Sedangkan mengenai pertemuan dengan Pak Tito selaku Kapolri pada waktu itu agar ditanyakan langsung kepada beliau," kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto saat dikonfirmasi, Jumat (11/6).

Termasuk disebutkan Rizieq adanya surat kesepakatan, Wawan menegaskan jika selama ini belum pernah ada surat kesepakatan yang dilakukan BIN kepada per orangan. Sehingga apa yang disebut mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut tidaklah benar.

"Soal surat, saya belum pernah melihat surat tersebut. Selama ini MoU hanya dilakukan antar lembaga, bukan dengan perorangan. Pada setiap MoU biasanya dituangkan dalam surat dan kop suratnya berlogo instansi resmi," terangnya.

"Karena saya belum pernah melihat maka belum bisa memberi konfirmasi. Di BIN sendiri tidak ada arsip surat dimaksud, biasanya jika ada MoU pasti ada arsip. Maka seyogyanya perihal surat tersebut ditanyakan otentikasinya ke MRS," tambahnya.

Oleh sebab itu, Dia menyerahkan sepenuhnya keterangan yang disampaikan Rizieq kepada Majelis Hakim. Apabila benar apa yang dikatakan Rizieq dia mempersilakan kepada Rizieq menunjukannya di muka persidangan.

"Karena ini sudah masuk di persidangan, maka jika surat tersebut ditunjukkan, hakimlah yang menilai keabsahan dan kebenaran surat itu secara hukum setelah ada uji forensik.

Sebelumnya, Mantan pimpinan FPI itu mengaku pernah berdialog dan membuat kesepakatan dengan ketiganya dan beberapa saksi saat bertemu di Jeddah Arab Saudi sekitar tahun 2017.

Kesepakatan yang dibuat secara tertulis itu berisi agar aparat penegak hukum di Indonesia menghentikan segala kasus hukum yang melibatkan Rizieq.

"Saya bertemu dan berdialog langsung dengan Kepala BIN Jenderal Polisi (Pur) Budi Gunawan bersama timnya di salah satu hotel berbintang lima di Kota Jeddah-Saudi Arabia," ucap Rizieq saat membacakan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6).

Hasil dialog dan kesepakatan saat itu, diakui Rizieq berlangsung sangat baik. Bahkan, ia mengaku bertemu Tito sebanyak dua kali untuk memastikan tidak akan berkecimpung dalam politik praktis pada 2019 dengan tiga syarat.

Pertama, negara hentikan kasus penodaan agama. Kedua, negara harus menghentikan PKI. Ketiga, negara hentikan penjualan aset ke pihak asing.

Kesepakatan yang dibuat secara tertulis itu kemudian ditandatangani oleh Rizieq, dan Komandan Operasional BIN Mayjen TNI (Pur) Agus Soeharto di hadapan Budi Gunawan dan tim.

Kertas berisi kesepakatan itu kemudian dibawa ke Jakarta untuk kemudian ditandatangani oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini