BIN: Menurut Teroris Waktu Tepat Amaliyah saat Jelang Ramadan, Targetnya Kafir

Kamis, 1 April 2021 19:40 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
BIN: Menurut Teroris Waktu Tepat Amaliyah saat Jelang Ramadan, Targetnya Kafir Diduga teroris di Mabes Polri. ©Istimewa

Merdeka.com - Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto berbicara aksi teroris yang muncul dalam sepekan terakhir. Menurutnya, terorisme terjadi karena rendahnya terhadap nilai-nilai agama hingga salah menafsirkan.

"Terkait kasus teror sepekan terakhir pemicunya adalah rendahnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama sehingga salah dalam menafsirkannya, akhirnya mudah dipengaruhi dan didoktrin," katanya kepada wartawan, Kamis (1/4).

Selain itu, lanjut Wawan, adanya pemahaman makna jihad yang sempit. Bahwa jihad dengan melakukan aksi kekerasan berupa bom bunuh diri atau amaliyah akan mati syahid dan masuk surga.

"Menurut mereka waktu yang tepat untuk amaliyah adalah menjelang ramadan dan targetnya kelompok yang dinilainya kafir. Hal ini bisa dilihat dari wasiat yang mereka tinggalkan untuk keluarga dan orang terdekatnya. Ini yang harus kita luruskan melalui literasi publik bersama seluruh elemen masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, pemicu terjadinya aksi teroris lainnya adalah keliru pemahaman tentang agama dan ideologi. Serta keliru dalam mencerna persoalan dan ada masalah ekonomi.

" Jika terjadi penindakan oleh aparat lantas timbul sakit hati dan ingin balas, apalagi jika mereka beranggapan ada ketidakadilan dalam masyarakat," jelasnya.

Wawan mengimbau masyarakat agar waspada dan tidak mudah menerima ajaran dan doktrin yang keliru tentang nilai-nilai agama. Orang tua juga perlu mengawasi anaknya.

"Jika ada perilaku yang aneh segera dibimbing dan diingatkan supaya terhindar dari pengaruh ajaran yang mengarah ke aksi terorisme. Tidak ada agama yang mengajarkan teror," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini