BIN: Balon darah di KJRI ungkapan kekesalan eksekusi duo 'Bali Nine'

Rabu, 4 Maret 2015 11:11 Reporter : Putri Artika R
BIN: Balon darah di KJRI ungkapan kekesalan eksekusi duo 'Bali Nine' Terpidana mati Bali Nine. ©AFP PHOTO

KJRI itu dilempar oleh orang tak dikenal dan itu pasti ungkapan ketidakpuasan pada eksekusi.


- Marciano Norman

Merdeka.com - Kepala BIN Marciano Norman mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian Australia terkait insiden kiriman balon darah ke KJRI. BIN meminta pengamanan untuk perwakilan Indonesia di sana.

"Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian Australi dan BIN Australia dan kita minta perkuat pengamanan pada mereka. Mereka bertanggungjawab untuk mengamankan KJRI," ujar Marciano di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut Marciano, insiden itu sebagai bentuk ketidakpuasan atas eksekusi terpidana mati, duo 'Bali Nine' asal Australia. "KJRI itu dilempar oleh orang tak dikenal dan itu pasti ungkapan ketidakpuasan pada eksekusi," ujar Marciano.

Sampai saat ini, Marciano masih menelusuri insiden tersebut untuk mencari pelakunya. "Belum ditemukan pelakunya," ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo mengamini pernyataan Marciano yang menyatakan insiden kiriman balon darah bentuk emosi warga Australia. Namun hal demikian masih dalam batas kewajaran sehingga pemerintah Indonesia tidak perlu beraksi keras.

"Itu masih dalam batas-batas kewajaran lah. Itu cerminan emosi sesaat saja. Manusiawi itu. Kita gak bisa cegah itu," ujar Prasetyo. [siw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini