Bima Arya Klaim Tren Kasus Covid-19 di Bogor Menurun Setelah Penerapan PSBMK

Senin, 7 September 2020 07:51 Reporter : Lia Harahap
Bima Arya Klaim Tren Kasus Covid-19 di Bogor Menurun Setelah Penerapan PSBMK Bima Arya sidak Stasiun Bogor. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemkot Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) setelah wilayah itu kembali masuk Zona Merah Covid-19. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menilai kebijakan itu disertai razia masker memberikan dampak positif terhadap penurunan penularan Covid-19.

"Sejak diberlakukannya PSBMK pada 29 Agustus lalu, angka temuan kasus positif Covid-19 terlihat mulai ada tren menurun," kata Bima Arya di sela kegiatan kunjungan ke sejumlah RW merah di Kota Bogor. Demikian dikutip dari Antara, Senin (7/9).

Bima Arya yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno dan Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah, mengunjungi sejumlah RW merah, untuk mengecek kesiapan relawan RW Siaga maupun Tim Detektif (deteksi aktif) Covid-19 dalam menjalankan tugasnya yakni pelacakan dan pemantauan Covid-19.

Bima menuturkan, setelah diberlakukan kebijakan PSBMK yang dibarengi dengan razia masker dan razia tempat usaha oleh Satpol PP, maka aktivitas warga di luar rumah menjadi menurun. "Razia yang dilakukan Satpol PP ada sanksi denda. Ada juga patroli yang terus mengingatkan warga. Kerumunan warga di tempat-tempat tertentu menjadi menurun," katanya.

Penurunan aktivitas warga di luar rumah ini, kata dia, ada dampak positifnya yakni temuan kasus positif Covid-19 cenderung menurun. Pada Minggu kemarin, 12 warga Kota Bogor terkonfirmasi positif Covid-19.

"Angka ini cenderung menurun, karena ketika diberlakukan PSBMK pada 29 Agustus lalu, angka temuan positif Covid-19 sudah mencapai angka 20-an per hari," katanya.

Bima berharap, angka temuan kasus positif Covid-19 ini menurun kembali pada beberapa hari ke depan. "Kita tunggu dalam empat hari ke depan, apakah ada penurunan lagi. Akan terus kita pelajari polanya, sambil menunggu evaluasi dari pemerintah pusat, apakah Kota Bogor masih zona merah atau sudah menurun," katanya.

Pemerintah Kota Bogor, menerapkan PSBMK selama dua pekan, pada 29 Agustus hingga 11 September. Empat hari ke depan yang dimaksudkan Bima Arya adalah sampai 10 September. Itu artinya, Pemerintah Kota Bogor akan mengevaluasi lagi, apakah kebijakan PSBMK dilanjutkan atau tidak. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bima Arya
  3. Bogor
  4. Covid 19
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini