Bidan di Ogan Ilir Ternyata Tak Diperkosa 5 Pelaku, Hanya Dicabuli 1 Orang

Senin, 18 Maret 2019 14:57 Reporter : Irwanto
Bidan di Ogan Ilir Ternyata Tak Diperkosa 5 Pelaku, Hanya Dicabuli 1 Orang Pemerkosa bidan di Ogan Ilir. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus dugaan perampokan disertai pemerkosaan yang dialami seorang bidan desa di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, berinisial YL akhirnya terungkap. Hal ini setelah seorang pelaku ditangkap polisi.

Pelaku adalah Royhan (29) warga Desa Simpang Pelabuhan, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir. Kaki kirinya ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Polisi juga meringkus penadah barang hasil curiannya yakni Marozi alias Adi (31) warga Desa Muara Dua, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir.

Tersangka Royhan membantah telah melakukan pemerkosaan seperti yang dilaporkan korban ke polisi. Dia mengaku niat memerkosa batal dilakukan lantaran anak korban menangis.

"Tadinya mau saya perkosa, gara-gara anaknya nangis terus batal," ungkap tersangka Royhan di Mapolda Sumsel, Senin (18/3).

Setelah batal memperkosa, tersangka mengacak-acak lemari korban dan menemukan ponsel Nokia 105 dan uang Rp 400 ribu. Kemudian, dia kabur melalui jendela.

"HP itu saya jual ke teman (tersangka Adi), dibayari seratus ribu," ujarnya.

Tersangka mengaku muncul niat melakukan pencurian saat pulang kerja dan berteduh di depan Puskesdes yang ditempati korban karena sedang hujan deras. Dia pun mengambil besi behel untuk mencongkel jendela dan akhirnya berhasil masuk.

Begitu berada di dalam Puskesdes, tersangka melihat korban sedang tidur pulas di kamar bersama anaknya. Kemudian, tersangka membekap mulut korban agar aksinya tidak ketahuan.

"Saya beraksi sendirian. Waktu saya bekap itu, dia teriak-teriak, melawan. Jadi mukanya saya tonjok dua kali, terus dia pingsan," kata dia.

Dalam kondisi pingsan itu, tersangka menanggalkan seluruh pakaian korban. Lalu tersangka memeras payudara dan memasukkan jari tangannya ke kemaluan korban.

"Anaknya bangun, nangis-nangis terus. Saya urungkan memperkosanya," akunya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, penangkapan tersangka Royhan setelah polisi sebelumnya meringkus penadah ponsel curian, Marozi. Ponsel itu berhasil dilacak melalui IMEI meski sudah berganti nomor telepon.

"Akhirnya, tersangka Royhan kita ringkus. Dia mengaku pelaku tunggal," kata Zulkarnain.

Atas perbuatannya, tersangka Royhan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Sedangkan tersangka Adi dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana paling lama empat tahun penjara.

"Untuk kasus Royhan kami amankan kain yang digunakannya saat membekap mulut korban," pungkasnya.

Diketahui, bidan YL melapor ke polisi setelah menjadi korban perampokan dan pemerkosaan oleh lima orang tak dikenal di salah satu Puskesdes di Jalan Palembang-Indralaya, KM 13, Ogan Ilir, Selasa (19/2) dini hari.

Para pelaku masuk dari jendela samping dengan cara mencongkel kunci jendela kantor. Pelaku langsung membekap dan memperkosa korban yang tengah tidur.

Korban yang terbangun berusaha melawan sehingga membuat pelaku marah dan memukuli wajah korban hingga muka serta bagian mata bengkak. Situasi yang tengah hujan deras membuat perbuatan pelaku tidak diketahui tetangga sekitar. Usai memerkosa, para pelaku membawa kabur beberapa barang berharga milik korban.

Dalam penyelidikan, polisi tidak menemukan bukti kuat adanya perkosaan. Mulai dari jejak kaki para pelaku, sidik jari, sperma hingga bulu kemaluan karena dilaporkan pelakunya berjumlah lima orang. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini