Biaya perbaikan Taman Bungkul habiskan dana Rp 1 milyar

Senin, 12 Mei 2014 19:24 Reporter : Jatmiko Adhi Ramadhan
Biaya perbaikan Taman Bungkul habiskan dana Rp 1 milyar Tri Rismaharini. ©2014 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Pemerintah Kota Surabaya memprediksi biaya perbaikan Taman Bungkul yang sempat rusak akibat kegiatan PT Unilever yang menggelar bagi-bagi es krim secara gratis, Minggu (11/5), mencapai Rp1 miliar.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan jumlah itu dihitung dari kerusakan tanaman di median sepanjang satu kilometer. Sebab, dalam perawatan tanaman beberapa puluh meter saja, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp200 juta rupiah.

"Sudah dihitung segitu sama Pak Chalid (Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan/DKP). Persisnya saya tidak tahu, cuma perkiraan saya seperti itu," kata Risma saat ditemui di sela-sela perbaikan tanaman yang rusak di Taman Bungkul, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/5).

Menurut dia, saat ini DKP sedang mengolah tanah sebelum ditanami lagi. Memasuki musim kemarau, perlu persiapan dulu. Sebab, kondisi tanah masih panas tidak bisa ditanami langsung.

"Kalau tidak diolah dulu, khawatir tanaman mati, kan percuma," ucap Risma.

Mantan kepala badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menyayangkan tidak adanya koordinasi penyelenggara bagi-bagi es krim produk walls. Menurutnya, bila dikoordinasikan dengan baik dengan Pemkot Surabaya, maka tidak akan terjadi keributan.

Dia mencontohkan acara "car free night" (CFN) pada malam tahun baru 2014 yang berlangsung lancar karena ada koordinasi yang baik dengan semua pihak.

"Sebetulnya kalau dikoordinasikan dengan baik tidak ada apa-apa. Tapi saya bersyukur tidak ada korban anak," katanya.

Risma menegaskan telah melapor ke kepolisian. Sebab, pihak penyelenggara tidak mengantongi izin acara. Izin mereka ditolak karena acara semacam itu akan mengundang bahaya. "Ke depan untuk event di Bungkul harus dikoordinasikan dengan pemkot," katanya.

Saat disinggung waktu perbaikan tanaman, Risma memperkirakan membutuhkan waktu satu bulan. Meski begitu, perbaikan akan dikebut, dalam waktu dekat, pemkot mendapat kunjungan dari beberapa negara dalam event Asian Fashion Week 2014. Acara ini digelar pada Agustus mendatang di Ciputra World Surabaya (CWS) Jalan Mayjen Sungkono.

"Jadi begini, Surabaya itu tidak punya apa-apa. Kalau daerah lain punya tambang emas, batu bara dan pemandangan cantik, Surabaya tidak punya. Makanya, kami ingin menarik pengunjung dengan membangun dan merawat taman-taman," katanya.

Dia menegaskan, jika taman-taman rusak, maka Surabaya tidak akan lagi menarik. Maka, orang luar pun akan enggan berkunjung ke sini. Dampak buruknya, perekonomian juga akan terhambat.

Jika Surabaya panas dan gersang, tentu akan dijauhi orang. Pihaknya sendiri mengaku belum ada anggaran untuk perbaikan taman ini. Terpaksa dia bersama dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) patungan sehingga terkumpul sebanyak Rp25 juta.

Namun, kata dia, dana yang ada masih kurang, maka perbaikan akan dihentikan dan menunggu sampai ada anggaran. "Nanti (perbaikan) semampu kami. Kalau tidak ada duit ya berhenti dulu upaya perbaikannya" ujar Risma. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Gebrakan Risma
  2. Taman Bungkul
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini