Biarkan Pendukung Demo, Prabowo Diyakini Tak Punya Cukup Bukti ke MK

Rabu, 22 Mei 2019 17:25 Reporter : Iqbal Fadil
Biarkan Pendukung Demo, Prabowo Diyakini Tak Punya Cukup Bukti ke MK Aksi 22 Mei di depan Bawaslu. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Tidak adanya imbauan dari Capres Prabowo Subianto untuk meredakan para pendukungnya yang sedang berdemo terkait hasil pemilu disesali banyak pihak. Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir meyakini, pembiaran demo oleh Prabowo ini untuk mengalihkan perhatian publik, bahwa sebenarnya BPN tidak memiliki cukup bukti untuk berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau mereka (BPN Prabowo-Sandi) membiarkan, malah mendukung orang-orang demo, artinya mereka enggak punya bukti. Kalau mereka yakin punya bukti, mereka tidak membiarkan orang demo. Kayak kita kan, TKN yakin, maka kita tidak minta pendukung untuk turun demo. Tapi mereka tidak yakin dengan bukti yang mereka punya, akhirnya meminta pendukungnya untuk demo," kata Inas di Jakarta, Rabu (22/5).

Inas mengungkapkan sedianya ada sekitar 40 ribu pendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang akan turun untuk mengawal hasil pemilu. Tapi demi keamanan nasional, TKN menolak kehadiran para pendukung paslon 01 tersebut.

"Ada 40 ribu pendukung Jokowi akan turun dari Jakarta dan dari luar Jakarta, termasuk dari Jatim, Jateng mau datang. Tapi TKN dengan tegas meminta mereka untuk tidak hadir ke Jakarta, dan meminta mereka menjalani ibadah puasa dengan baik di daerah masing-masing," ujar politikus Hanura ini.

Inas sangat menyesalkan pihak Prabowo-Sandi yang seolah membiarkan massa pendukungnya berdemonstrasi hingga memicu kerusuhan.

"Saya tidak paham dengan konstruksi berpikir Prabowo Subianto dengan BPN. Mereka mengatakan apa yang dilakukan massa itu aspirasi politik dalam negara demokrasi. Betul, tapi kan pakai aturan semua," tegas Inas.

Atas aksi unjuk rasa yang berlangsung, Inas mengatakan, massa telah melanggar sejumlah undang-undang. "Ada sejumlah undang-undang yang dilanggar, UU Kebebasan Menyatakan Pendapat, UU HAM, dan UU Lalu Lintas Jalan Raya, dilanggar semua!" tegasnya.

Inas secara khusus meminta kepada Prabowo-Sandi agar tidak selalu mengatasnamakan rakyat atas segala tindakan yang mereka lakukan. "Jangan selalu membawa narasi rakyat, rakyat yang mana? Tidak semua rakyat berpihak pada mereka, bahwa sekarang 55 persen pemilih berpihak sama Pak Jokowi," ujarnya.

"Jangan adu domba rakyat. Rakyat, jangan dibenturkan," tegasnya.

Rabu (22/5) sore, Prabowo Subianto dan BPN menggelar jumpa pers di kediamannya di Kertanegara, Jakarta. Dia mengucapkan bela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi yang terjadi pada 21 Mei, malam hingga 22 Mei subuh tadi.

"Kami mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya enam orang dan terlukanya ratusan masyarakat yang menjadi korban kekerasan pada malam hari dan dini hari yang baru lalu," jelas Prabowo.

Prabowo mengatakan, dirinya sangat mendukung seluruh tindakan demonstrasi yang dijamin oleh konstitusi. Namun, demo tersebut harus damai dan tanpa kekerasan.

"Seperti yang sudah kami sampaikan berkali-kali sebelumnya, kami mendukung semua penggunaan hak konstitusional yang berakhlak, yang damai dan tanpa kekerasan, dalam perjuangan politik kebangsaan kita," tegas mantan Danjen Kopassus itu. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini