Bertemu tokoh nelayan Muncar, Gus Ipul janji permudah budidaya lobster

Minggu, 15 April 2018 21:00 Reporter : Fahmi Azis
Bertemu tokoh nelayan Muncar, Gus Ipul janji permudah budidaya lobster Gus Ipul janji permudah budidaya lobster. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bertepatan dengan libur peringatan Isra' Mi'raj, Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu dengan para tokoh nelayan di Muncar, Banyuwangi, Sabtu (14/4). Para nelayan mengeluhkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 1 Tahun 2015 tentang larangan ekspor lobster berukuran 50 - 100 gr.

Permen ini dikenal para nelayan sebagai 'permen pahit'. Dalam permen tersebut nelayan dilarang menangkap lobster bertelur dan melarang ekspor bibit lobster berukuran 50-100 gram. Padahal, lobster dinilai sebagai komoditi yang lebih menguntungkan ketimbang komoditas hasil laut lainnya.

Haji Mastur (57 tahun) bersama komunitas nelayannya, Teluk Pang-Pang, mengeluhkan dengan peraturan ini membuat produksi budidaya lobsternya mandek. Sebab pihaknya biasa mendapatkan bibitnya dari para nelayan penangkap bibit lobster ini.

"Sementara para nelayan menangkap bibit ini langsung dari alam," katanya di Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Akibatnya, para nelayan ini tidak ada lagi yang menangkap bibit lobster dan para pembudidaya lokal berhenti memproduksi.

Gus Ipul janji permudah budidaya lobster 2018 Merdeka.com


Oleh karena itu, ia berharap dilakukan peninjauan kembali terhadap permen ini. Meski tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, pemerintah setidaknya bisa mempertimbangkan untuk masalah pembibitan. "Kami minta untuk diberikan kompensasi bagi penangkapan bibit lobster ini untuk pembibitan dan dibudidaya di dalam negeri," tambahnya.

Ia menceritakan dari bibit 50 gram ini, biasanya akan dibudiaya hingga 200 gram, barulah diekspor. Menurut dia, ini sejalan dengan pertimbangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menanggapi hal itu, Gus Ipul akan mengkomunikasikan dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Menurut dia, aspirasi ini yang layak diperjuangkan bersama.

"Kalau ditangkap untuk dikonsumsi atau bahkan diekspor jelas tidak boleh. Tapi mohon untuk pembibitan bisa menjadi pertimbangan, apalagi dengan ini bisa mendorong untuk peningkatan pendapatan devisa negara," jelasnya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini