Bertemu Moeldoko, Wasekjen Gerindra Laporkan Predatory Pricing Semen China

Senin, 2 September 2019 15:49 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Bertemu Moeldoko, Wasekjen Gerindra Laporkan Predatory Pricing Semen China Andre Rosiade di Istana. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade dan Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Mereka melaporkan dugaan predatory pricing semen China yang merugikan semen Indonesia.

"Hari ini mau melakukan audiensi dengan kepala staf kepresidenan didampingi dengan deputi 3, dan deputi 4 dalam rangka melaporkan praktik predatory pricing yang dilakukan semen China," kata Andre di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/8).

Andre juga telah melaporkan hal tersebut ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha. Dia berharap, usai audiensi dengan Moeldoko, presiden melalui kepala staf kepresidenan bisa mengambil langkah-langkah konkret. Yaitu meminta menteri perdagangan mencabut permendag nomor 7 tahun 2018, mengenai izin impor semen dan klinker.

"Padahal kita surplus 35 juta ton pertahun. lalu kita juga akan meminta pemerintah, presiden untuk meminta menteri perindustrian segera mencabut moratorium pembangunan semen baru," imbuhnya.

Menurut Andre, Indonesia tidak butuh pembangunan semen baru, apalagi yang dilakukan oleh investor-investor dari China. "Karena apa, sampai 2030, Indonesia surplus semen. sekali lagi, pembangunan pabrik semen baru tidak dibutuhkan bagi bangsa ini," ujarnya.

Andre harap, Presiden Jokowi melalui KSP bisa mengkoordinasikan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dengan baik.

"Jangan selalu berpihak kepada Tiongkok, Tiongkok, Tiongkok, padahal mereka melakukan penghancuran keran industri dalam negeri kita ini," pungkasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini