Bertemu Mendagri Australia, Mahfud Singgung Masalah Terorisme

Sabtu, 9 November 2019 09:05 Reporter : Merdeka
Bertemu Mendagri Australia, Mahfud Singgung Masalah Terorisme Menko Polhukam Mahfud Md. ©2019 Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud Md kembali bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton secara bilateral menyepakati beberapa hal untuk kerja sama, salah satunya terorisme. Mahfud hadir bersama delegasi lintas kementerian dan lembaga di antaranya seperti Kemenkumham, BIN, PPATK, BNPT, Kemendagri, dan lain-lain.

Mendagri Australia juga didampingi oleh pejabat-pejabatnya yang terkait, di mana membicarakan program bersama untuk menghadapi terorisme, baik sebagai langkah preventif maupun represif.

Dalam kesempatan itu, Mahfud mengatakan pada tahun 2018 dan 2019 secara absolut jumlah terror di Indonesia berkurang dan cukup berhasil diantisipasi. Tapi secara kualitatif, ada perluasan subyek pelaku. Pelaku teror di Indonesia sekarang bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan yang melibatkan anaknya.

1 dari 3 halaman

Teror Libatkan Anak

Dirinya mencontohkan peristiwa Sidoarjo di Jawa Timur, ada teroris perempuan yang meledak bersama anaknya. Di Sibolga, ada seorang perempuan meledakkan diri ketika akan ditangkap untuk diperiksa karena melakukan teror bersama suaminya yang berhasil ditangkap lebih dulu.

Kemudian, aksi penusukan terhadap mantan Menko Polhukam Wiranto, adalah suami isteri dari keluarga Abu Rara, yang menurut hasil penyidikan polisi juga melibatkan anaknya yang masih belum dewasa.

"Jadi amaliyah sesat tentang jihad yang diwujudkan dengan teror, sudah menyentuh perempuan dan anak-anak. Ini mengerikan dan harus diatasi secara bersama-sama," ujar Mahfud dalam keterangannya, Jumat (8/11/2019).

2 dari 3 halaman

Antasipasi Teror

Menurut dia, Pemerintah Indonesia dan Australia akan terus bekerjasama untuk melawan terorisme.

"Yang diwujudkan dalam bentuk tukar menukar informasi intelijen, pengetatan penjagaan pelintas batas, pencermatan transaksi uang secara digital, pelatihan deradikalisasi, dan sebagainya," jelas Mahfud.

Kemudian, malam harinya, Mahfud menyempatkan untuk dialog kebangsaan bersama masyarakat Indonesia di Melbourne, yang hadir memenuhi aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne. Dialog kebangsaan itu dibuka dan dihadiri oleh dubes RI untuk Australia Kristiarto S. Legowo dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne Ibu Spika.

3 dari 3 halaman

Belum Pulang ke Rumah

Sabtu pagi (9/11/2019), Mahfud akan kembali ke Indonesia melalui penerbangan dengan terlebih dahulu transit di Sydney.

"Sejak dilantik 23 Oktober 2019, rasanya saya belum sempat pulang ke rumah. Langsung tancap gas mengatur program ke dalam dan menghadiri forum-forum internasional," ungkap Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu sebelumnya hadir pada KTT ASEAN di Bangkok bersama rombongan Presiden, kemudian memimpin delegasi ke Australia untuk konferensi internasional tentang "No Money for Terror" serta pembicaraan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Australia. [ded]

Baca juga:
BNPT: Celana Cingkrang, Jenggot dan Cadar Bukan Ciri Terorisme
Mahfud Tegaskan Dunia Sedang Hadapi Ancaman Transaksi Finansial Teroris
Menpan RB: ASN Harus Berani Melawan Radikalisme dan Terorisme
Diskusi Radikalisme Atau Manipulasi Agama
Pesan Wapres Ma'ruf Amin ke Kapolri Idham: Cegah Radikalisme dan Terorisme
Ridwan Kamil Siap Bantu Modal Mantan Napi Terorisme

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini