Bertemu Jokowi, SBY minta penjelasan soal pertemuan Kepala BIN-Gubernur Papua

Senin, 30 Oktober 2017 10:39 Reporter : Rizky Andwika
Bertemu Jokowi, SBY minta penjelasan soal pertemuan Kepala BIN-Gubernur Papua SBY bertemu Jokowi di Istana. ©Setpres RI/Rusman

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). Pertemuan itu ternyata salah satunya membahas soal pertemuan antara Kepala badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan (BG) dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Pertemuan yang digelar di rumah BG di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 5 September itu juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menjelaskan, SBY bertanya ke Presiden Jokowi untuk memastikan apa maksud pertemuan antara BG, Kapolri, Kapolda Sumut bertemu dengan Gubernur Papua yang juga kader Demokrat tersebut.

"Tentunya kan ini intensitas politik lemah, tinggi. Sesuatu yang belum jelas sebaiknya diperjelas dulu. Sesuatu yang sebenarnya sudah jelas tidak usah dipersoalkan," kata Syarief saat dikonfirmasi, Senin (30/10).

Syarief mengaku tidak mengetahui 'akhir' dari permintaan SBY ke Jokowi soal pertemuan antara Kepala BIN dan Gubernur Papua tersebut. "Saya belum tahu karena kan kita-kita harus dengar dari Pak SBY," ujarnya.

Pertemuan antara Kepala BIN dan Gubernur Papua tersebut akhirnya diinvestigasi oleh Partai Demokrat. Partai pimpinan SBY ini menunjuk kadernya Benny K Harman memimpin tim investigasi tersebut. Syarief menjelaskan, investigasi telah selesai dilakukan.

"(Investigasi) Udah ada, udah ada. Mungkin kita ada keterangan dari Pak Benny," ujarnya.

Seperti diketahui, pertemuan itu terpotret dalam sebuah foto. Beredar isu bahwa pertemuan itu membahas Pilkada Papua hingga Pilpres 2019. Terlebih, Kapolda Sumut juga dikabarkan ingin maju dalam Pilkada Papua.

Lukas Enembe dengan tegas membantah jika Polri dan BIN akan memasangkan dirinya dengan Paulus di Pilgub Papua 2018, yang viral beberapa hari ini. Menurutnya, dalam pertemuan itu dirinya melaporkan agar persatuan dan kesatuan bisa terjadi di Papua.

"Bukan itu (dipasangkan dengan Paulus). Banyak hal yang dilaporkan dan minta petunjuk dari Kepala BIN," ujarnya dalam keterangan tertulis diperoleh merdeka.com, Jumat (15/9).

‎Pertemuan itu, lanjut dia, membahas banyak hal. Salah satunya adalah mengenai kejadian pasca-Pilkada serentak 2017. Seperti diketahui, ada beberapa kabupaten/kota di Papua yang melaksanakan pemilihan.

Lukas meminta kepada Kepala BIN agar disampaikan kepada Mendagri untuk segera dilakukan pelantikan. "Bahkan ada lima wilayah yang PSU (pemilihan suara ulang). Sesuai putusan MK (Mahkamah Agung) harus segera dilantik. Saya meminta arahan agar tidak terjadi bentrok nanti," tuturnya.

‎Lalu, juga ada pembahasan mengenai pelaksanaan otonomi khusus di Papua. Menurut Lukas, pelaksanaan otonomi khusus di Papua tinggal 6 tahun lagi. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah pusat menyiapkan grand design. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini